JAKARTA, KONTAKBANTEN — Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat dalam transformasi digital. Seiring percepatan tersebut, peluang inovasi dan peningkatan efisiensi nasional semakin terbuka lebar, sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam aspek keamanan siber dan tata kelola data.
Berdasarkan laporan Digital 2025 Indonesia, tingkat konektivitas masyarakat telah mencapai level signifikan dengan sekitar 356 juta koneksi seluler aktif serta ratusan juta pengguna internet yang saling terhubung.
Capaian ini dinilai bukan sekadar angka, melainkan fondasi kuat bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi digital global.
INDONESIA DI AMBANG KEKUATAN DIGITAL
Lansekap digital Indonesia saat ini diibaratkan sebagai “raksasa yang tengah bangkit”. Tingginya penetrasi internet dan konektivitas menjadi modal utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Namun di balik potensi besar tersebut, muncul kebutuhan mendesak untuk memperkuat sistem keamanan digital agar mampu melindungi data pengguna serta menjaga kepercayaan publik.
PENDEKATAN SECURE-BY-DESIGN
CEO R17 Group, Hengky Witarsa DJ, menekankan pentingnya penerapan pendekatan secure-by-design dalam setiap pengembangan inovasi digital.
Menurutnya, pertumbuhan bisnis digital tidak dapat dipisahkan dari aspek keamanan.
“Ketahanan digital hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi nyata antara regulator dan industri. Kami mendorong pendekatan secure-by-design agar inovasi bisnis dapat berjalan seiring dengan perlindungan data,” ujarnya dalam R17 Podcast Show Vol. 04, Kamis (23/4/2026).
TATA KELOLA DATA JADI FONDASI
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Ismail, menyoroti pentingnya tata kelola data yang adaptif sebagai fondasi kedaulatan digital nasional.
Ia mengingatkan bahwa risiko pelanggaran data memiliki dampak yang jauh lebih besar dibandingkan biaya investasi keamanan.
“Reputasi menjadi taruhannya, dan ini bukan hal yang bisa dianggap sepele,” tegasnya.
PENGUATAN KEAMANAN SIBER NASIONAL
Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN, Bondan Widiawan, menekankan pentingnya pembangunan sistem peringatan dini (early warning system) serta penguatan ekosistem threat intelligence.
Menurutnya, integrasi antara sektor publik dan swasta menjadi kunci dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
PERAN AI DAN DETEKSI ANCAMAN
Country Manager Cyble, Rangga F, menjelaskan bahwa pemantauan aktivitas di dark web menjadi bagian penting dalam mendeteksi potensi ancaman sejak dini.
Sementara itu, General Manager Virtus Technology Indonesia, Wisnu Nursahid, menyebut pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mampu meningkatkan perlindungan sistem tanpa mengganggu operasional bisnis.
INOVASI INSIGHT HUB BERBASIS AI
Sebagai bentuk solusi konkret, R17 Group memperkenalkan platform Insight Hub berbasis Agentic AI melalui sesi Product Showcase.
Platform ini memungkinkan organisasi melakukan analisis prediktif dengan visibilitas real-time terhadap potensi serangan siber.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen R17 Group dalam mendorong investasi pada talenta digital dan teknologi guna membangun ekosistem digital Indonesia yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.

.gif)