JAKARTA KONTAK BANTEN Malam grand final Pemilihan Puteri Indonesia 2026 resmi digelar pada Jumat malam di Jakarta. Wakil Banten, Agnes Aditya Rahajeng, berhasil keluar sebagai pemenang dan berhak mengenakan Mahkota Borobudur Merah.
Kemenangan tersebut memastikan Agnes akan mewakili Indonesia di ajang internasional Miss Supranational 2026. Ia unggul atas finalis asal Bali, Victoria Titisari Kosasieputri, dalam babak dua besar yang berlangsung menegangkan.
Momen penobatan berlangsung haru ketika Firsta Yuvi Amanda Putri menyematkan mahkota kepada Agnes sebagai penerusnya.
Jawaban Mengharukan di Babak Final
Penampilan Agnes semakin menguat saat sesi tanya jawab empat besar. Ia mendapatkan pertanyaan dari Putri Kus Wisnu Wardani terkait pilihan antara melanjutkan studi ke luar negeri atau mendampingi ibu yang sedang sakit.
Dalam jawabannya, Agnes memilih untuk mendampingi ibunya. Ia menekankan bahwa kesempatan bisa datang kembali, tetapi waktu bersama keluarga adalah hal yang tidak tergantikan. Jawaban tersebut mendapat apresiasi dari dewan juri dan menjadi salah satu penentu kemenangannya.
Daftar Pemenang Puteri Indonesia 2026
Selain Agnes, sejumlah gelar lainnya juga diumumkan:
- Puteri Indonesia Lingkungan 2026: Victoria Titisari Kosasieputri (Bali)
- Puteri Indonesia Pariwisata 2026: Karina Moudy Widodo (DKI Jakarta 3)
- Puteri Indonesia Pendidikan 2026: Gisela Bellezia Alma Tessalonica (DKI Jakarta 2)
- Puteri Indonesia Kebudayaan 2026: Nilam Onasis Sahputri (Kalimantan Utara)
- Puteri Indonesia Teknologi dan Inovasi 2026: Glorya Stevany Yame Nayoan (Papua)
Para pemenang berhak mengenakan Mahkota Borobudur dengan warna berbeda sesuai kategorinya.
Tema dan Proses Seleksi
Pemilihan tahun ini merupakan edisi ke-29 dengan mengusung tema “Dari Indonesia untuk Dunia”. Tema ini menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan, kontribusi generasi muda, serta inovasi untuk keberlanjutan lingkungan dan perdamaian global.
Para finalis menjalani rangkaian seleksi ketat, mulai dari prakarantina hingga karantina selama dua minggu di Jakarta. Mereka mendapatkan pembekalan dari berbagai institusi serta pelatihan intensif.
Dewan Juri
Penilaian dilakukan oleh jajaran dewan juri dari berbagai latar belakang, termasuk Ketut Permata Juliastrid Sari, Sherly Tjoanda, Maman Abdurrahman, Widiyanti Putri Wardhana, serta Ashanty Hermansyah.
Penutup
Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia menyampaikan bahwa seluruh finalis adalah pemenang yang telah berani melampaui batas diri dan mewakili daerah masing-masing.
Ajang ini kembali menegaskan peran perempuan Indonesia dalam membawa nama bangsa ke kancah global melalui kecerdasan, kepedulian sosial, dan inovasi.

.gif)