< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Andra Soni dan Pramono Anung Bahas Penanganan Banjir hingga Sampah Tangerang Raya–DKI Jakarta

Kamis, 21 Mei 2026 | Kamis, Mei 21, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-21T11:52:15Z

 


JAKARTA KONTAK BANTEN — Gubernur Banten Andra Soni melakukan kunjungan kerja dengan menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam penanganan banjir serta pengelolaan sampah di kawasan aglomerasi Tangerang Raya dan DKI Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Andra Soni didampingi Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Wali Kota Tangerang Sachrudin.

Pertemuan berlangsung hangat dan membahas sejumlah persoalan lintas wilayah yang selama ini menjadi tantangan bersama, khususnya banjir dan pengelolaan sampah di kawasan penyangga ibu kota.

Penanganan Banjir Butuh Kolaborasi Antarwilayah

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa persoalan banjir di wilayah Tangerang Raya tidak bisa diselesaikan hanya oleh Pemerintah Provinsi Banten semata. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama lintas daerah agar penanganan banjir dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Banten dan DKI Jakarta sejatinya saling membutuhkan. Karena itu, kolaborasi ini harus terus diperkuat,” ujar Andra Soni.

Ia menjelaskan, wilayah Tangerang Raya memiliki keterkaitan langsung dengan sistem tata air Jakarta. Tingginya curah hujan, padatnya pembangunan kawasan perkotaan, serta terbatasnya daerah resapan air menjadi faktor utama meningkatnya potensi banjir di wilayah aglomerasi.

Karena itu, kedua pemerintah daerah sepakat memperkuat koordinasi dalam pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.

Pembangunan Tandon Jadi Strategi Pengendalian Banjir

Salah satu strategi utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut ialah pembangunan sejumlah tandon bersama di kawasan Tangerang Raya.

Menurut Andra Soni, tandon tersebut nantinya berfungsi untuk:

  • menampung debit air hujan,
  • mengurangi limpasan air ke kawasan permukiman,
  • menekan risiko banjir,
  • serta menjadi cadangan sumber air baku bagi masyarakat.

Pembangunan tandon dinilai menjadi solusi jangka panjang karena selain berfungsi sebagai pengendali banjir, keberadaannya juga dapat mendukung kebutuhan air bersih di wilayah perkotaan yang terus berkembang.

Pemerintah daerah juga akan melakukan kajian teknis terkait titik pembangunan, kapasitas tampungan air, hingga sistem distribusi air baku agar proyek tersebut dapat berjalan optimal.

Pengelolaan Sampah Berbasis Energi Listrik

Selain persoalan banjir, pertemuan tersebut juga membahas pengelolaan sampah di kawasan Tangerang Raya.

Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen mengembangkan sistem pengelolaan sampah modern berbasis energi listrik melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

Program tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus menghasilkan energi alternatif dari limbah domestik.

Dalam skema tersebut:

  • sampah anorganik akan diolah menjadi energi listrik,
  • sementara sampah organik akan diolah menjadi produk bernilai ekonomis seperti kompos dan bahan pengolahan lainnya.

Pemerintah juga berencana melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan agar program tersebut berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Pemanfaatan Lahan DKI di Legok Tangerang

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menambahkan, pertemuan itu juga membahas optimalisasi aset lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berada di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

Lahan tersebut direncanakan untuk pengembangan:

  • kawasan permukiman,
  • lahan pertanian,
  • serta pembangunan tandon pengendali banjir.

Menurut Maesyal, sebagian lahan saat ini baru dimanfaatkan untuk pembangunan lembaga pemasyarakatan (Lapas).

“Dari total lahan yang ada, baru 1,4 hektare yang dimanfaatkan untuk Lapas. Sisanya akan digunakan sesuai peruntukan, yakni sekitar 38 hektare untuk pertanian dan tandon, serta 47 hektare untuk permukiman,” kata Maesyal Rasyid.

Fokus Bangun Kawasan Aglomerasi yang Terintegrasi

Pertemuan antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut menjadi langkah awal memperkuat pembangunan kawasan aglomerasi yang lebih terintegrasi.

Kolaborasi lintas wilayah dinilai penting karena persoalan banjir, sampah, transportasi, hingga kebutuhan air bersih merupakan tantangan bersama yang saling berkaitan antara Jakarta dan wilayah penyangga seperti Tangerang Raya.

Pemerintah berharap sinergi tersebut mampu menciptakan sistem penanganan lingkungan yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan metropolitan Jabodetabek.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update