![]() |
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Banten, BPBD, TNI-Polri, serta warga setempat menemukan jasad korban sekitar 2,5 kilometer dari lokasi awal diduga tenggelam. Saat ditemukan, tubuh korban tersangkut di sela rumpun bambu di tengah aliran sungai dalam posisi tengkurap.
Komandan Tim Basarnas Banten, Fauzan Azqia Faturhuda, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 08.50 WIB setelah tim melakukan penyisiran sejak pagi menggunakan perahu karet dan perlengkapan SAR lainnya.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 2,5 kilometer dari lokasi kejadian pada pukul 08.50 WIB,” kata Fauzan kepada wartawan.
Menurut Fauzan, proses pencarian dilakukan dengan menyisir sepanjang aliran Sungai Cisimeut yang memiliki arus cukup deras. Tim SAR gabungan membagi area pencarian ke beberapa titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi tersangkutnya korban.
Setelah ditemukan, jasad Muhammad Akhmal langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Tangis haru keluarga pecah saat jenazah tiba di kediamannya.
Fauzan menambahkan, operasi pencarian resmi dihentikan setelah korban ditemukan. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing.
“Operasi pencarian dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ujarnya.
Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan oleh pihak keluarga pada hari yang sama.
Sebelumnya, Muhammad Akhmal dilaporkan hilang sejak Jumat (8/5/2026) sore. Pihak keluarga menduga korban terseret arus Sungai Cisimeut setelah dua sandal milik bocah tersebut ditemukan di tepi sungai.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar yang sejak awal turut membantu proses pencarian bersama tim SAR gabungan. Warga diimbau meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar aliran sungai yang berarus deras, terlebih di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

.gif)