SERANG KONTAK BANTEN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten membantah adanya gangguan server pada website Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang sempat dikeluhkan sejumlah masyarakat selama proses pra-pendaftaran berlangsung.
Kepala Dindikbud Banten, Jamaluddin, menegaskan bahwa hingga Rabu (13/5/2026), pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap sistem dan tidak menemukan adanya masalah teknis pada server utama SPMB.
“Server error SPMB? Saya rasa nggak ada. Saya selalu monitor,” kata Jamaluddin saat memberikan keterangan kepada awak media.
Kendala Disebut Berasal dari Kesalahan Input Data
Menurut Jamaluddin, mayoritas hambatan yang dialami calon peserta didik terjadi akibat kesalahan penginputan data oleh siswa maupun operator sekolah. Sistem, kata dia, secara otomatis akan menolak atau menunda proses verifikasi apabila data yang dimasukkan tidak sesuai.
Ia mencontohkan sejumlah kesalahan yang sering terjadi, seperti:
- nilai rapor yang diinput tidak sesuai dokumen asli,
- kesalahan penulisan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN),
- hingga data administrasi yang tidak sinkron dengan sistem pusat.
“Misalnya nilai rapor 90 diisi 94 atau NISN salah, otomatis verifikasinya tertunda atau ditolak,” ujarnya.
Karena itu, Dindikbud meminta sekolah lebih teliti saat melakukan verifikasi data peserta agar proses pra-SPMB berjalan lancar tanpa kendala administrasi.
Sekolah Diminta Tambah Operator SPMB
Jamaluddin juga menyoroti lambatnya pelayanan di beberapa sekolah akibat keterbatasan petugas operator. Ia meminta sekolah segera menambah operator apabila antrean pelayanan mulai meningkat.
“Kalau lambat, tambahkan operatornya. Jadi sementara ini saya rasa aman,” katanya.
Langkah tersebut dinilai penting agar proses verifikasi dan validasi dokumen calon siswa tidak menumpuk menjelang pembukaan resmi SPMB 2026.
Sistem Baru Diklaim Lebih Transparan dan Anti Titip Siswa
Dalam keterangannya, Jamaluddin menegaskan bahwa pola pra-SPMB tahun ini memang dibuat lebih ketat dan transparan sesuai arahan pemerintah daerah.
Ia mengakui ada pihak-pihak tertentu yang merasa tidak nyaman karena sistem baru menutup celah praktik titip-menitip siswa yang sebelumnya kerap dikeluhkan masyarakat.
“Dulu mungkin zona nyaman, sekarang tidak nyaman. Aturan pra-SPMB ini supaya clean and clear sesuai arahan Pak Gubernur, tidak ada titip-menitip,” tegasnya.
Menurut dia, sistem penerimaan siswa kini sudah terkunci secara digital sehingga tidak bisa dimanipulasi oleh pihak mana pun.
Dindikbud Banten Ingatkan Warga Waspadai Calo SPMB
Selain membantah isu server error, Jamaluddin juga menyoroti maraknya pihak yang mengaku bisa membantu meloloskan siswa masuk sekolah negeri melalui jalur belakang.
Ia memastikan praktik percaloan tidak akan berhasil karena seluruh proses penerimaan sudah menggunakan sistem digital yang diawasi secara ketat.
“Mau mengaku kepala dinas atau siapa pun, abaikan saja. Sistem sudah kita kunci,” ucapnya.
Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap oknum yang menawarkan jasa kelulusan dengan imbalan tertentu.
Buka Helpdesk dan Kanal Pengaduan Resmi
Untuk mengantisipasi dugaan pelanggaran selama proses SPMB berlangsung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten juga membuka layanan helpdesk dan kanal pengaduan resmi.
Jamaluddin meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan adanya:
- operator nakal,
- guru yang bermain curang,
- kepala sekolah yang melanggar aturan,
- maupun praktik percaloan dalam penerimaan siswa baru.
“Kalau ada operator, guru, atau kepala sekolah nakal, laporkan ke dinas. Nanti kita investigasi dan beri sanksi,” katanya.
Dengan sistem yang disebut lebih transparan dan terintegrasi, Dindikbud Banten berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lebih bersih, adil, dan bebas praktik titipan.

.gif)