< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Jelang Iduladha 1447 H, Harga Pangan di Pasar Serpong Naik Drastis, Daya Beli Masyarakat Menurun

Senin, 25 Mei 2026 | Senin, Mei 25, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-25T12:34:16Z

 


 

TANGERANG SELATANKONTAK BANTEN – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga sejumlah kebutuhan pangan di Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan mengalami kenaikan cukup signifikan. Lonjakan harga terjadi pada berbagai komoditas utama seperti cabai, daging sapi, ayam potong, telur, hingga kacang tanah.

Kenaikan harga tersebut dikeluhkan para pedagang karena dinilai berdampak langsung terhadap penurunan daya beli masyarakat. Meski stok bahan pokok masih tersedia, kondisi ekonomi yang belum stabil membuat aktivitas transaksi di pasar tradisional tidak seramai biasanya.

Berdasarkan pantauan di Pasar Serpong pada Senin (25/5/2026), harga cabai keriting merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan paling tinggi. Harga cabai yang sebelumnya berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp80 ribu per kilogram.

Selain cabai, harga kacang tanah juga mengalami kenaikan cukup tajam. Muhid, pedagang sembako yang telah lama berjualan di Pasar Serpong, mengatakan harga kacang tanah kini berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga normal hanya sekitar Rp28 ribu per kilogram.

“Kacang tanah mengalami kenaikan cukup tinggi. Dulu normalnya sekitar Rp28 ribu per kilogram, sekarang naik jadi Rp35 ribu sampai Rp40 ribu,” ujar Muhid.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak Hari Raya Idulfitri pada Maret 2026 lalu dan sampai sekarang belum kembali stabil. Ia mengaku kondisi tersebut membuat masyarakat mulai mengurangi jumlah pembelian kebutuhan pangan.

“Kenaikannya sudah sejak Lebaran Idulfitri. Sampai sekarang belum turun lagi. Pembeli juga berkurang karena harga mahal dan kondisi ekonomi sedang sulit,” katanya.

Muhid menjelaskan, secara umum pasokan barang di pasar sebenarnya masih aman dan tidak terjadi kelangkaan. Namun tingginya harga membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam berbelanja.

“Barang tersedia, stok aman. Tapi masyarakat sekarang belinya sedikit-sedikit karena harga naik terus,” ucapnya.

Ia menduga situasi ekonomi global hingga distribusi barang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran.

“Kalau menurut saya mungkin ada pengaruh dari kondisi global juga. Sekarang semua harga naik,” tambahnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas protein hewani, terutama daging sapi dan ayam potong. Edoy, pedagang daging sapi di Pasar Serpong, mengatakan harga daging kini mencapai Rp140 ribu per kilogram. Sebelum Lebaran, harga masih berada di kisaran Rp115 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram.

“Harga daging naik terus setelah Lebaran. Dari rumah potong hewan juga naiknya bertahap. Sekarang sudah Rp140 ribu per kilogram,” ungkap Edoy.

Menurutnya, kenaikan harga daging biasanya dipicu meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Iduladha. Namun tahun ini, kenaikan berlangsung cukup lama sehingga berdampak terhadap jumlah pembeli.

“Pembeli tetap ada, tapi memang tidak sebanyak biasanya karena harga mahal,” katanya.

Sementara itu, harga ayam potong juga mengalami kenaikan sekitar Rp2 ribu hingga Rp4 ribu per kilogram. Dari sebelumnya Rp35 ribu, kini menjadi sekitar Rp40 ribu per kilogram.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Serpong guna memastikan ketersediaan stok pangan dan memantau perkembangan harga menjelang Iduladha.

Asisten Daerah (Asda) II Kota Tangerang Selatan, Heru Agus Santoso mengatakan dari hasil sidak ditemukan beberapa komoditas mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan masyarakat serta faktor distribusi pasokan.

“Telur mengalami kenaikan dari Rp26 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram karena faktor pasokan. Ayam potong juga naik sekitar Rp2 ribu sampai Rp4 ribu,” ujarnya.

Meski demikian, Heru memastikan stok beras di wilayah Tangerang Selatan masih aman dan harga relatif stabil. Pemerintah juga terus memantau distribusi bahan pokok agar tidak terjadi kelangkaan menjelang hari raya.

“Untuk beras stok aman dan harga stabil. Yang mengalami kenaikan signifikan memang cabai rawit merah dan cabai keriting merah,” jelasnya.

Terkait minyak goreng subsidi merek Minyakita yang sebelumnya sempat dilaporkan langka di sejumlah pasar, Pemkot Tangsel mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Bulog agar distribusi kembali normal.

“Alhamdulillah sekarang stok Minyakita sudah mulai masuk kembali ke pasar,” katanya.

Sebagai langkah pengendalian harga menjelang Iduladha, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Bulog berencana menggelar operasi pasar dan program pangan murah di sejumlah titik wilayah Tangsel.

Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.

Kenaikan harga pangan menjelang Iduladha sendiri menjadi fenomena yang hampir terjadi setiap tahun. Namun masyarakat berharap pemerintah dapat melakukan langkah konkret untuk menjaga kestabilan harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update