< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Menag Nasaruddin Umar Apresiasi Fatayat NU di Harlah ke-76, Sebut Perempuan NU Jadi Kekuatan Besar Bangsa

Minggu, 17 Mei 2026 | Minggu, Mei 17, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-17T14:53:46Z

 

Menteri Agama Nasaruddin Umar hadiri peringatan Harlah ke-76 Fatayat NU di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026. (Foto: Kemenag)

 

JAKARTA KONTAK BANTEN – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengapresiasi kiprah Fatayat Nahdlatul Ulama yang genap berusia 76 tahun. Menurutnya, organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama tersebut terus menunjukkan kontribusi nyata, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.

Hal itu disampaikan Menag saat menghadiri peringatan Harlah ke-76 Fatayat NU yang digelar di Masjid Istiqlal, Minggu (17/5/2026).

Menag Sebut Fatayat NU Jadi Energi Besar Perempuan Indonesia

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menilai perjalanan panjang Fatayat NU bukan hanya menunjukkan eksistensi organisasi perempuan keagamaan, tetapi juga menjadi bukti besarnya peran perempuan NU dalam pembangunan bangsa.

Menurutnya, kader Fatayat NU kini telah banyak mengambil peran strategis di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, parlemen, pendidikan, hingga lembaga sosial kemasyarakatan.

“Di sini hadir para tokoh kebanggaan kita semua, para perempuan NU yang tidak hanya berkiprah di tingkat nasional, tetapi juga diakui di level internasional. Ini menunjukkan bahwa Fatayat NU adalah energi besar perempuan Indonesia,” ujar Menag.

Peringatan Harlah ke-76 Fatayat NU tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh perempuan nasional, di antaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, anggota DPR RI, hingga pimpinan lembaga negara lainnya.

Kader Perempuan NU Dinilai Semakin Berpengaruh

Menag mengatakan, kiprah kader Fatayat NU di berbagai sektor menjadi bukti meningkatnya kapasitas kepemimpinan perempuan NU dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

Ia menilai Fatayat NU memiliki peran penting dalam mendorong transformasi sosial sekaligus memperkuat posisi perempuan di ruang publik dengan tetap menjunjung nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Menurutnya, perempuan NU saat ini tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga mulai tampil sebagai pemimpin di berbagai sektor strategis.

“Fatayat NU telah membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi penggerak perubahan sosial sekaligus penjaga nilai-nilai moral dan kebangsaan,” katanya.

Menag Tekankan Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam Islam

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar juga menjelaskan pandangan Islam terkait posisi perempuan dan laki-laki yang memiliki kedudukan setara sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Ia menilai masih banyak pemahaman keagamaan yang perlu dilihat secara kontekstual agar tidak menimbulkan bias dalam hubungan sosial di masyarakat.

“Al-Quran menegaskan kesetaraan manusia sebagai satu asal-usul. Karena itu, tidak ada alasan untuk menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah dalam kehidupan sosial,” tegasnya.

Menurut Menag, Islam memberikan ruang yang luas bagi perempuan untuk berkembang, berkarya, serta mengambil peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Fatayat NU Didorong Perkuat Kapasitas dan Kepemimpinan

Menag juga mengajak seluruh kader Fatayat NU untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta berani tampil di ruang publik.

Ia menekankan pentingnya perempuan memiliki kemampuan intelektual, integritas, dan kemampuan manajerial agar mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Selain itu, kader perempuan NU juga diminta tetap menjaga nilai ilmu pengetahuan, akhlak, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Ke depan, dunia akan semakin banyak dipimpin oleh perempuan yang memiliki kapasitas, integritas, dan kemampuan manajerial yang kuat,” tandasnya.

Fatayat NU Dinilai Punya Potensi Besar di Tingkat Global

Nasaruddin Umar optimistis Fatayat NU memiliki potensi besar menjadi motor penggerak peradaban perempuan Indonesia di tingkat internasional.

Dengan jumlah kader yang besar serta jaringan organisasi yang kuat hingga daerah, Fatayat NU dinilai mampu menjadi contoh gerakan perempuan Islam moderat yang aktif membangun masyarakat.

Ia berharap momentum Harlah ke-76 ini dapat menjadi penguatan semangat kader perempuan NU untuk terus berkontribusi bagi bangsa, agama, dan kemanusiaan.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update