< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Motif Pembunuhan di Pandeglang Terungkap, Pria Tega Cekik Kekasih karena Dugaan Selingkuh dan Singgung Ibunya

Sabtu, 09 Mei 2026 | Sabtu, Mei 09, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-09T05:57:50Z

 


 

PANDEGLANG KONTAK BANTEN  – Kasus pembunuhan tragis yang menewaskan seorang perempuan muda berinisial Dv (27) di Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, akhirnya mulai terungkap. Pelaku berinisial Ok (28), yang tak lain merupakan kekasih korban sendiri, diduga nekat menghabisi nyawa Dv karena terbakar emosi akibat dugaan perselingkuhan dan perkataan korban yang dianggap menyinggung ibunya.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Jumat (8/5/2026) di rumah pelaku. Hubungan asmara yang telah terjalin selama kurang lebih delapan tahun antara keduanya kini harus berakhir tragis.

Awal Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada sore hari korban datang ke rumah pelaku seperti biasanya. Kedatangan korban tidak menimbulkan kecurigaan dari warga sekitar karena hubungan keduanya memang sudah lama terjalin dan korban kerap datang ke rumah pelaku.

Saat itu, suasana di rumah terlihat normal. Korban dan pelaku sempat berbincang santai selama beberapa menit tanpa ada tanda-tanda pertengkaran.

Setelah mengobrol, korban kemudian meminta izin untuk beristirahat di kamar pelaku. Permintaan itu pun tidak dipermasalahkan oleh pelaku.

Namun beberapa menit kemudian, situasi mulai berubah ketika pelaku masuk ke kamar dan memeriksa telepon genggam milik korban.

Pelaku Temukan Percakapan dengan Pria Lain

Saat memeriksa isi ponsel korban, pelaku menemukan percakapan antara korban dengan seorang pria lain. Isi percakapan tersebut diduga mengarah pada hubungan spesial atau perselingkuhan.

Temuan itu langsung membuat emosi pelaku memuncak. Pelaku merasa dikhianati oleh korban yang selama ini telah menjalin hubungan dengannya selama bertahun-tahun.

Tak terima dengan isi percakapan tersebut, pelaku kemudian meminta penjelasan kepada korban terkait hubungannya dengan pria lain itu.

Cekcok Memanas, Korban Singgung Ibu Pelaku

Percakapan antara korban dan pelaku berubah menjadi cekcok mulut. Dalam pertengkaran tersebut, korban diduga melontarkan ucapan yang membuat pelaku semakin tersinggung.

Korban disebut menuding pelaku jarang memberinya uang karena lebih mementingkan ibunya yang sedang sakit. Bahkan, ucapan korban dianggap menghina ibu pelaku.

Perkataan tersebut membuat pelaku sakit hati dan emosinya semakin sulit dikendalikan.

Meski demikian, pelaku sempat berusaha menenangkan diri dengan keluar rumah. Ia mencoba menjauh agar emosinya mereda dan tidak semakin terbawa amarah.

Namun, selama berada di luar rumah, ucapan korban terus terngiang di pikirannya. Rasa sakit hati dan emosi yang sebelumnya sempat ditahan akhirnya kembali memuncak.

Pelaku Kembali ke Kamar dan Mencekik Korban

Sekitar pukul 19.00 WIB, pelaku kembali masuk ke dalam rumah dan menuju kamar. Saat itu korban masih berada di tempat tidur.

Melihat korban yang tampak santai seolah tidak terjadi masalah, emosi pelaku kembali meledak. Dalam kondisi kalap, pelaku kemudian mencekik korban.

Korban sempat tidak berdaya saat dicekik. Aksi tersebut berujung fatal hingga menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Setelah kejadian itu, kasus pembunuhan tersebut akhirnya diketahui dan ditangani aparat kepolisian.

Polisi Ungkap Motif Sementara

Kasat Reskrim Polres Pandeglang, IPTU Alfian Yusuf mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati pelaku terhadap korban.

“Dugaan sementara, pelaku sakit hati dengan perkataan korban yang menuding pelaku jarang memberinya uang karena dianggap lebih mementingkan ibunya yang sedang sakit, serta dianggap ibunya tidak berguna,” ujar IPTU Alfian Yusuf, Jumat (8/5/2026).

Selain itu, polisi juga mendalami dugaan perselingkuhan yang menjadi pemicu awal pertengkaran antara pelaku dan korban.

Saat ini, pelaku telah diamankan di sel tahanan Mapolres Pandeglang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti guna melengkapi proses penyidikan.

Warga Sangat Menyayangkan

Peristiwa tersebut membuat warga sekitar merasa terpukul dan prihatin. Banyak warga tidak menyangka hubungan asmara yang sudah berlangsung selama delapan tahun harus berakhir tragis.

Warga mengenal keduanya sebagai pasangan yang sudah lama menjalin hubungan. Karena itu, kejadian tersebut meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga korban tetapi juga keluarga pelaku.

Masyarakat berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan meminta setiap persoalan hubungan diselesaikan dengan kepala dingin tanpa kekerasan.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update