PALEMBANG KONTAK BANTEN — Suasana perayaan Iduladha 1447 Hijriah di Kota Palembang berubah menjadi duka setelah seorang panitia kurban bernama Julianto alias Juli ditemukan tewas tenggelam di anak sungai kawasan Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Rabu (27/5/2026) siang.
Korban diketahui tenggelam saat mencuci babat atau jeroan hewan kurban bersama dua rekannya, Boy dan Mael.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu korban bersama rekannya turun ke tepi sungai untuk membersihkan jeroan hewan kurban usai proses penyembelihan.
Mereka diduga mengira lokasi tersebut memiliki kedalaman dangkal. Namun, kondisi sungai ternyata cukup dalam dan memiliki arus yang deras.
Korban Diduga Terpeleset dan Tidak Bisa Berenang
Petugas SPKT, Aditya Ammar Syaputra membenarkan adanya laporan warga terkait insiden tenggelam tersebut.
“Korban datang bersama temannya untuk mencuci babat. Mereka mengira air di lokasi dangkal, ternyata cukup dalam,” ujar Aditya di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban diduga terpeleset hingga jatuh ke sungai dan tenggelam karena tidak dapat berenang.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut bersama personel kepolisian langsung melakukan pencarian setelah korban dinyatakan hilang di aliran sungai.
Pencarian Korban Berlangsung Dramatis
Proses pencarian berlangsung dramatis selama lebih dari satu jam. Warga menyisir area sungai dibantu aparat kepolisian untuk menemukan keberadaan korban.
Setelah dilakukan pencarian intensif, tubuh korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB dalam kondisi tidak bernyawa.
“Dari kejadian ini ada satu korban bernama Juli. Diperkirakan tenggelam sekitar pukul 11.30 WIB dan ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB,” jelas Aditya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dari dasar sungai untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka.
Korban Sempat Berusaha Menyelamatkan Diri
Sahabat korban, Edy mengatakan korban sempat berusaha menyelamatkan diri setelah terpeleset ke sungai. Namun derasnya arus dan kondisi sungai yang dalam membuat korban tidak mampu bertahan.
“Korban sedang mencuci babat karena menjadi panitia kurban. Tiba-tiba terpeleset dan tenggelam. Kami langsung panik dan mencari keberadaannya,” ungkap Edy.
Tangis keluarga pecah saat jasad korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dari sungai. Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun warga sekitar yang tengah menjalankan kegiatan kurban Iduladha.
Warga Diimbau Waspada Saat Beraktivitas di Sungai
Insiden tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di area sungai, terutama ketika kondisi dasar sungai dan kedalaman air tidak diketahui secara pasti.
Warga juga diimbau mengutamakan keselamatan selama pelaksanaan kegiatan kurban agar perayaan Iduladha dapat berlangsung aman dan lancar tanpa menimbulkan musibah.

.gif)