< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

TPS Liar di Jalan Rawa Kucing Tangerang Kian Parah, Sampah Meluber hingga Ganggu Pengendara

Senin, 18 Mei 2026 | Senin, Mei 18, 2026 WIB | Last Updated 2026-05-18T14:59:09Z

 


 

KOTA TANGERANG KONTAK BANTEN  – Tumpukan sampah liar di pinggir Jalan Rawa Kucing, RT 004 RW 005, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, semakin memprihatinkan. Kawasan yang berada tidak jauh dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing itu kini menyerupai tempat pembuangan sampah (TPS) liar akibat limbah rumah tangga yang terus menumpuk tanpa penanganan maksimal.

Sampah yang dibuang sembarangan terlihat meluber hingga ke badan jalan. Kondisi tersebut menyebabkan akses jalan menyempit dan mengganggu aktivitas pengendara yang melintas, terutama pengguna sepeda motor.

Sejumlah pengendara bahkan dikabarkan nyaris terjatuh karena tersenggol tumpukan sampah di sisi jalan. Selain membahayakan pengguna jalan, aroma tidak sedap dari tumpukan sampah juga mulai dikeluhkan warga sekitar.

Warga khawatir kondisi itu dapat memicu munculnya berbagai penyakit apabila tidak segera ditangani secara serius oleh pihak terkait.

Pemerintah Kecamatan Neglasari sebelumnya telah memasang spanduk larangan membuang sampah di lokasi tersebut. Namun, imbauan tersebut dinilai belum efektif lantaran masih banyak masyarakat maupun oknum tertentu yang nekat membuang sampah di area itu.

Seorang warga bernama Wan, yang bekerja sebagai pemungut sampah di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa aktivitas pembuangan liar sudah berlangsung cukup lama.

“Sudah lama, berapa tahun di sini. Berapa kali di sini dilarang buang sampah, tetap aja orang buang sampah. Itu ada papan pengumuman dilarang buang sampah, tetap aja,” ujar Wan saat ditemui di lokasi, Minggu (17/5).

Menurut dia, kendaraan pengangkut sampah kerap berhenti di lokasi tersebut untuk membuang limbah. Aktivitas pemulung juga terlihat ramai, terutama pada pagi hari.

“Iya, mobilnya ada. Banyak yang ngorek di sini. Pagi-pagi dia banyak,” katanya.

Wan menilai persoalan TPS liar itu sebenarnya sudah lama diketahui aparat lingkungan setempat. Namun, minimnya pengawasan dan tindakan tegas membuat praktik pembuangan sampah ilegal terus terjadi.

“Ya tahu, di sini tidak ditindak atau diimbau gitu. Tapi tetap lari ke mari buang sampah di sini,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Sachrudin dalam rapat evaluasi bulanan menyoroti persoalan sampah liar yang masih menjadi keluhan masyarakat. Ia menegaskan keberadaan TPS liar, terutama di jalan-jalan protokol, tidak boleh lagi ditemukan.

“Keluhan masyarakat terkait sampah tidak boleh ada lagi, terutama di jalan-jalan protokol,” tegas Sachrudin.

Penjelasan Isu dan Dampaknya

Fenomena TPS liar di kawasan perkotaan umumnya terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat, minimnya pengawasan, serta keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah. Kondisi ini tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan keselamatan warga.

Tumpukan sampah yang dibiarkan dalam waktu lama dapat menjadi sumber penyakit, memicu pencemaran udara akibat bau menyengat, hingga menyebabkan saluran air tersumbat yang berpotensi menimbulkan banjir.

Selain itu, keberadaan sampah di badan jalan juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas karena mengurangi ruang gerak kendaraan.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat pengawasan, menindak tegas pelaku pembuangan liar, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar persoalan sampah tidak terus berulang.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update