TANGERANG – KONTAK BANTEN Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, meminta para finalis Duta Pariwisata Banten 2026 untuk aktif mempromosikan potensi wisata yang belum tereksplorasi, sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Grand Final Duta Pariwisata Banten 2026 di Gedung Serba Guna Sindangjaya, Sabtu (2/5/2026).
“Banten ini kaya. Banyak potensi wisata yang belum tereksplorasi. Ini menjadi tantangan kita bersama untuk menggali, mengenalkan, sekaligus mempromosikannya kepada masyarakat luas,” ujar Dimyati.
Dalam kesempatan itu, Dimyati mengajak para duta pariwisata untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dalam memperluas promosi daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Ely Susiyanti, ia menegaskan bahwa generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.
“Para duta pariwisata harus bisa mempromosikan wisata, baik yang unggulan maupun yang belum tereksplorasi, melalui berbagai platform komunikasi,” katanya.
Promosi dan Pelestarian Budaya Harus Seimbang
Selain promosi wisata, Dimyati juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal sebagai identitas daerah.
“Selain promosi, tantangan lainnya adalah bagaimana menjaga dan melestarikan budaya kita. Ini harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Ia menambahkan, duta pariwisata juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, profesionalisme, serta penguasaan bahasa asing untuk menjangkau wisatawan mancanegara.
Dimyati turut mengapresiasi keterlibatan putra-putri asli Banten dalam ajang tersebut sebagai bagian dari penguatan promosi berbasis kearifan lokal, termasuk memperkenalkan kebaya dan batik khas Banten.
Ajang Penguatan Peran Generasi Muda
Pemilihan Duta Pariwisata Banten 2026 diinisiasi oleh Duta Pariwisata Indonesia Yayasan Abhiyya Parama Mavendra sebagai upaya mendorong generasi muda berperan aktif dalam mengembangkan potensi wisata dan menjaga warisan budaya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII Banten, Swedhi Hananta, menegaskan bahwa grand final bukanlah akhir dari perjalanan para peserta.
“Ini adalah awal untuk terus bergerak, termasuk dalam melestarikan kekayaan budaya serta pariwisata Banten,” pungkasnya.
Melalui ajang ini, diharapkan promosi pariwisata Banten semakin luas dan mampu mengangkat potensi daerah yang selama ini belum banyak dikenal, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi.

.gif)