PANDEGLANG KONTAK BANTEN – Bupati Pandeglang Rd. Dewi Setiani menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APDESI Merah Putih 2026 yang digelar pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi nasional bagi pemerintah desa dalam memperkuat peran strategis desa sebagai pilar utama pembangunan nasional.
Rakernas APDESI Merah Putih 2026 mengusung tema “Sinergi Merah Putih untuk Menguatkan Peran Desa dalam Pembangunan Strategis Nasional” dan dihadiri ribuan kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia, jajaran pengurus APDESI Merah Putih, unsur pemerintah daerah, hingga pemerintah provinsi.
Bupati Pandeglang Tekankan Pentingnya Peran Desa
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pandeglang Rd. Dewi Setiani menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Rakernas APDESI Merah Putih 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa.
Dewi menilai pembangunan yang berorientasi pada desa akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta percepatan pembangunan nasional.
“Desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan. Karena itu, melalui Rakernas ini diharapkan lahir berbagai gagasan dan program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Dewi, Kamis (11/6/2026).
Ia berharap hasil pembahasan dalam Rakernas dapat menghasilkan berbagai rekomendasi konkret yang mampu menjawab tantangan pembangunan desa di masa mendatang.
Gubernur Banten: Pembangunan Harus Dimulai dari Desa
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan nasional yang berkelanjutan harus dimulai dari desa. Menurutnya, desa merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
“Kita hadir di sini untuk memberikan dukungan kepada Bapak Presiden yang telah melakukan banyak perubahan dan langkah nyata yang memang sudah seharusnya dilaksanakan sejak dahulu,” kata Andra.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah program pemerintah pusat mulai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Banten, terutama di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Salah satu program yang dinilai berdampak positif adalah perbaikan jaringan irigasi yang selama ini menjadi kebutuhan utama para petani.
“Alhamdulillah, dengan perbaikan irigasi, distribusi pupuk menjadi lebih lancar dan para petani mendapatkan kepastian harga hasil pertanian,” tambahnya.
APDESI Dorong Desa Jadi Subjek Pembangunan
Di tempat yang sama, Ketua Umum APDESI Merah Putih Aswar Sadat menegaskan bahwa desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, melainkan harus menjadi pelaku utama atau subjek pembangunan nasional.
Menurutnya, keberadaan lebih dari 75 ribu desa yang tersebar di 37 provinsi merupakan kekuatan besar yang dapat menjadi motor penggerak kemajuan bangsa.
“Indonesia akan bersinar dari desa-desa. Desa harus menjadi penguat kedaulatan bangsa menuju masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujar Aswar Sadat.
Ia mengatakan, APDESI Merah Putih saat ini terus mendorong berbagai program penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Koperasi Peternakan Ayam Jadi Program Unggulan
Sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa, APDESI Merah Putih tengah mengembangkan program pembangunan koperasi peternakan ayam di setiap desa.
Program tersebut dirancang untuk dikelola secara bersama-sama oleh masyarakat desa, petani, dan peternak sebagai upaya menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat desa.
Dengan adanya koperasi tersebut, diharapkan desa mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Peluncuran Program “Jam Poin”
Selain pembahasan program pembangunan desa, Rakernas APDESI Merah Putih 2026 juga menjadi momentum peluncuran program “Jam Poin” yang diikuti sekitar 1.400 kepala desa dari berbagai wilayah di Indonesia.
Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas, kompetensi, serta menampung aspirasi pemerintah desa dalam mendukung pembangunan nasional yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Aswar Sadat berharap Rakernas APDESI Merah Putih 2026 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar kepala desa, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia.
“Harapan kami, Rakernas ini dapat melahirkan rekomendasi yang konstruktif dan produktif demi kemajuan desa-desa di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

.gif)