KAB SERANG KONTAK BANTEN – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meminta Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Serang untuk lebih masif melakukan sosialisasi pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting menyusul adanya kebijakan pemerintah yang mewajibkan anak mengikuti pendidikan prasekolah selama satu tahun sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.
Permintaan tersebut disampaikan Zakiyah saat melantik Pengurus Pokja Bunda PAUD Kabupaten Serang di salah satu hotel di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa (23/6/2026).
Dalam sambutannya, Zakiyah mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan berharap dapat menjalankan tugas dengan baik demi meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Serang.
“Kami dari Pemerintah Daerah mengucapkan selamat kepada Pokja Bunda PAUD Kabupaten Serang yang baru dilantik. Semoga dapat menjalankan tugas dan amanah dengan maksimal untuk kemajuan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Serang,” ujar Zakiyah.
Wajib Belajar 13 Tahun
Zakiyah menjelaskan, saat ini pemerintah telah menetapkan kebijakan wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum memasuki Sekolah Dasar (SD). Karena itu, peran Pokja Bunda PAUD menjadi sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, masih banyak orang tua yang belum menyadari manfaat PAUD bagi tumbuh kembang anak sehingga memilih untuk langsung memasukkan anak ke jenjang pendidikan dasar tanpa mengikuti pendidikan prasekolah terlebih dahulu.
“Tadi saya sampaikan bahwa PAUD merupakan pendidikan anak usia dini yang sangat penting. Karena itu kita harus lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sebab masih ada sebagian warga yang belum menyadari pentingnya menyekolahkan anaknya di PAUD,” katanya.
Ia menegaskan, pendidikan prasekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kemampuan sosial, emosional, dan kesiapan belajar anak sebelum memasuki pendidikan dasar.
Dorong Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Selain melakukan sosialisasi, Zakiyah juga meminta Pokja Bunda PAUD untuk membangun kolaborasi yang kuat dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan prasekolah di Kabupaten Serang.
Ia secara khusus mendorong kerja sama dengan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) yang selama ini aktif mendampingi pendidikan anak usia dini.
“Kami mendorong Pokja Bunda PAUD untuk terus berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk IGRA dan HIMPAUDI. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan Bunda PAUD,” tegasnya.
Guru PAUD Diminta Tetap Semangat
Pada kesempatan tersebut, Zakiyah juga memberikan motivasi kepada para guru PAUD yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk persoalan kesejahteraan.
Ia mengaku memahami kondisi para guru PAUD karena pernah merasakan menjadi tenaga honorer dengan penghasilan yang sangat terbatas.
“Saya memahami bagaimana perjuangan para guru. Dulu saya juga pernah menjadi honorer dengan gaji hanya Rp50 ribu. Karena itu saya berharap para guru PAUD tetap semangat dan tidak pantang menyerah dalam mendidik anak-anak,” ujarnya.
Meski demikian, Zakiyah mengakui bahwa upaya peningkatan kesejahteraan guru PAUD harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
“Kami tentu ingin meningkatkan kesejahteraan guru PAUD. Namun, pemerintah daerah juga harus melihat kondisi dan kemampuan fiskal yang dimiliki,” tambahnya.
Pokja Bunda PAUD Siap Tancap Gas
Sementara itu, Bendahara Pokja Bunda PAUD Kabupaten Serang, Desi Ferwati, menyatakan kesiapan pengurus yang baru dilantik untuk segera bekerja menjalankan program-program yang telah direncanakan.
Salah satu fokus utama yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah menyosialisasikan kebijakan wajib belajar 13 tahun yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait kewajiban mengikuti pendidikan prasekolah selama satu tahun.
“Setelah pelantikan ini kami akan langsung bergerak melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan prasekolah satu tahun sebelum masuk sekolah dasar. Ini merupakan amanat pemerintah yang harus kita dukung bersama,” kata Desi.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
“Pendidikan prasekolah satu tahun sangat penting bagi anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak di Kabupaten Serang. Karena dari sinilah fondasi pendidikan mereka dibangun,” pungkasnya.

.gif)