< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Jejak Transaksi Daring Bongkar Persembunyian Taufik Hidayat, Tersangka Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung

Rabu, 24 Juni 2026 | Rabu, Juni 24, 2026 WIB | Last Updated 2026-06-24T07:23:12Z

 



BANDUNG KONTAK BANTEN  – Upaya Taufik Hidayat untuk menghindari kejaran aparat setelah kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29) terungkap akhirnya berakhir. Polisi berhasil menangkap tersangka setelah menelusuri jejak transaksi daring yang dilakukan saat pelaku bersembunyi.

Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, mengungkapkan bahwa Taufik sempat berpindah-pindah lokasi untuk mengelabui petugas. Setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik, tersangka diketahui melarikan diri ke wilayah Tangerang sebelum kembali ke Jawa Barat dan bersembunyi di rumah kerabatnya di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung.

“Yang bersangkutan sempat berpindah-pindah tempat untuk menghindari pengejaran,” ujar Rudi Setiawan.

Namun, upaya pelarian tersebut tidak berlangsung lama. Tim penyidik berhasil menemukan petunjuk penting dari aktivitas digital tersangka yang terekam pada hari penangkapannya. Data transaksi daring yang berhasil dilacak menjadi titik awal bagi aparat untuk mempersempit wilayah pencarian.

Berbekal informasi tersebut, tim gabungan Polda Jawa Barat melakukan penyisiran hingga akhirnya berhasil menangkap Taufik Hidayat di Majalaya pada Selasa malam, 23 Juni 2026.

Polisi Gandeng Meta untuk Pelacakan

Dalam proses pencarian buronan tersebut, Polda Jawa Barat juga menggandeng perusahaan teknologi Meta

untuk membantu menelusuri aktivitas digital tersangka.

Menurut Kapolda, kerja sama tersebut dilakukan melalui jalur siber guna mendeteksi keberadaan pelaku berdasarkan aktivitas media sosial dan data digital yang tersedia.

“Kita bekerja sama juga dengan pihak luar negeri, yaitu di bidang siber, Meta, yang mengelola data di media sosial,” kata Rudi.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut membantu penyidik memperoleh petunjuk mengenai lokasi keberadaan tersangka yang saat itu masih berstatus buronan.

“Kita melakukan kerja sama untuk bisa mendeteksi juga dari media sosial sehingga bisa menunjukkan keberadaan yang bersangkutan,” tambahnya.

Korban Diduga Disekap dan Disiksa Selama Tiga Tahun

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah terungkap dugaan penyekapan dan penyiksaan yang dialami korban YTR selama kurang lebih tiga tahun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, korban mengalami sejumlah luka serius dan kerusakan pada beberapa organ tubuh yang diduga akibat kekerasan berkepanjangan.

Dokter forensik menemukan berbagai indikasi kekerasan, mulai dari gangguan pada mata, kerusakan pada bagian bibir, bekas sayatan benda tajam di kaki, hingga luka akibat sundutan rokok.

“Dokter forensik sudah bisa mengidentifikasi organ-organ tubuh yang rusak dan tidak berfungsi, di antaranya mata, kemudian bibir, ada bekas sayatan benda tajam di kaki, kemudian ada sundutan rokok dan sebagainya,” ungkap Kapolda.

Polisi Dalami Kemungkinan Korban Lain

Saat ini, Polda Jawa Barat masih terus mengembangkan penyelidikan. Selain mengusut dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya tindak pidana lain yang dilakukan tersangka.

Polisi turut mendalami kemungkinan keberadaan korban lain yang mungkin memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut. Sejumlah saksi telah diperiksa untuk memperkuat konstruksi hukum dan mengungkap seluruh fakta di balik kasus yang menghebohkan masyarakat ini.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena dugaan penyiksaan berlangsung dalam waktu yang sangat lama dan menimbulkan dampak fisik serius terhadap korban. Aparat memastikan proses hukum akan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan pihak-pihak yang terlibat.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update