< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur di Tebuireng, Kenang Jasa Tokoh Reformasi dan Bapak Pluralisme Indonesia

Kamis, 25 Juni 2026 | Kamis, Juni 25, 2026 WIB | Last Updated 2026-06-25T11:09:58Z

 

Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur, Kenang Nilai Perjuangan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
 

JOMBANG KONTAK BANTEN – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk penghormatan terhadap jasa dan perjuangan para tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.

Kapolri bersama rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10.40 WIB dan disambut dengan lantunan selawat hadroh oleh santri serta keluarga besar Pondok Pesantren Tebuireng. Kedatangannya diterima langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin.

Prosesi penyambutan berlangsung hangat dengan pengalungan serban kepada Kapolri sebelum rombongan menuju area pemakaman keluarga besar pesantren.

Setibanya di lokasi makam, Kapolri bersama rombongan mengikuti doa bersama yang dipimpin Gus Kikin. Doa dipanjatkan untuk almarhum Gus Dur serta keluarga besar pesantren yang dimakamkan di kompleks tersebut.

Usai doa bersama, Kapolri melanjutkan prosesi tabur bunga di pusara Gus Dur sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa beliau bagi bangsa dan negara.

Hormati Tokoh Bangsa dan Pendiri NU

Kompleks pemakaman Tebuireng tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir Gus Dur, tetapi juga sejumlah tokoh besar Indonesia. Di antaranya pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari, serta KH A. Wahid Hasyim yang merupakan ayahanda Gus Dur dan mantan Menteri Agama Republik Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah tokoh keluarga besar Pesantren Tebuireng dan perwakilan pemerintah, di antaranya Menteri Haji dan Umrah RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan KH M Hasyim Asy’ari, Dr KH Mochamad Irfan Yusuf, Mudir VI Bidang Sarana dan Prasarana KH M Riza Yusuf, Nyai Hj Lelly Lailiyah, serta Nyai Hj Farida Salahudin Wahid.

Rangkaian ziarah berakhir sekitar pukul 11.20 WIB.

Rangkaian Hari Bhayangkara ke-80

Setelah berziarah ke makam Gus Dur, Kapolri dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Blitar untuk berziarah ke makam Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Selanjutnya, Kapolri juga akan melakukan ziarah ke makam Presiden kedua RI, HM Soeharto, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026 mendatang.

Kegiatan ziarah tersebut menjadi simbol penghormatan Polri terhadap para pemimpin bangsa yang telah meletakkan fondasi penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Gus Dur dan Jasa Besarnya bagi Reformasi

Diketahui, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjabat sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia pada periode 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001.

Selama masa kepemimpinannya, Gus Dur dikenal sebagai tokoh reformasi yang mendorong profesionalisme aparat negara serta memperkuat supremasi sipil dalam sistem pemerintahan.

Salah satu kebijakan penting yang lahir pada masa pemerintahannya adalah pengukuhan pemisahan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui TAP MPR Nomor VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR Nomor VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri.

Kebijakan tersebut menjadi tonggak penting dalam reformasi sektor keamanan dan mempertegas kedudukan Polri sebagai institusi sipil yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dikenang Sebagai Bapak Pluralisme

Selain dikenal sebagai tokoh demokrasi, Gus Dur juga dikenang sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan toleransi, keberagaman, dan persatuan bangsa.

Karena dedikasinya dalam merawat kebhinekaan, Gus Dur mendapat julukan sebagai "Bapak Pluralisme Indonesia". Pemikirannya mengenai toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan hingga kini masih menjadi inspirasi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan antaretnis di Indonesia.

Nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur dinilai tetap relevan dalam memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia saat ini.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update