< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pemerintah Hentikan Sementara Pembangunan Dapur MBG, BGN Temukan Kelebihan Ribuan Titik SPPG

Sabtu, 13 Juni 2026 | Sabtu, Juni 13, 2026 WIB | Last Updated 2026-06-13T05:38:10Z

 


 

JAKARTA KONTAK BANTEN  – Pemerintah mulai melakukan penataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghentikan sementara pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai daerah. Kebijakan tersebut diambil setelah ditemukan jumlah dapur yang dinilai melebihi kebutuhan dan berpotensi membebani anggaran negara.

Langkah evaluasi ini dilakukan untuk memastikan program unggulan nasional tersebut berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

BGN Temukan Kelebihan Ribuan Dapur MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan saat ini terdapat sebanyak 27.877 dapur MBG yang telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.

Padahal, berdasarkan perhitungan kebutuhan pelayanan terhadap sekitar 63 juta penerima manfaat, jumlah ideal dapur MBG hanya berkisar 21 ribu unit. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi satu dapur mampu melayani maksimal 3.000 penerima manfaat.

"Karena itu pembangunan dapur baru kami hentikan sementara. Seluruh dapur yang sudah beroperasi akan dievaluasi," ujar Nanik.

Dengan kondisi tersebut, terdapat kelebihan sekitar 6.877 dapur yang dinilai perlu ditinjau ulang keberadaannya.

Berpotensi Membebani Anggaran Negara

Menurut Nanik, jumlah dapur yang melebihi kebutuhan berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran dalam jumlah besar.

Jika diasumsikan biaya operasional atau sewa satu dapur mencapai Rp6 juta, maka tambahan biaya yang harus ditanggung negara setiap harinya dapat mencapai angka yang sangat signifikan.

Oleh sebab itu, pemerintah memilih melakukan evaluasi menyeluruh sebelum melanjutkan pembangunan dapur baru.

Seluruh Dapur Akan Dievaluasi

Selain menghentikan sementara pembangunan SPPG baru, BGN juga akan melakukan penataan terhadap dapur-dapur yang telah beroperasi.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh pengelola dapur menjalankan program sesuai petunjuk teknis, standar operasional prosedur (SOP), serta ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Dapur yang terbukti tidak memenuhi standar atau melanggar aturan berpotensi dihentikan kerja samanya.

"Kami akan meninjau seluruh dapur berdasarkan kepatuhan terhadap regulasi dan standar operasional yang berlaku," jelas Nanik.

Dugaan Jual Beli Titik SPPG

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkap adanya dugaan praktik jual beli titik SPPG yang menyebabkan jumlah dapur MBG membengkak jauh di atas kebutuhan awal.

Menurutnya, kebutuhan awal hanya sekitar 21 ribu titik SPPG, namun dalam perkembangannya jumlah tersebut meningkat menjadi 27.877 titik.

Temuan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG.

Wilayah 3T Juga Jadi Sorotan

Permasalahan serupa juga ditemukan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, kebutuhan awal SPPG di wilayah 3T hanya sekitar 2.000 titik. Namun jumlah tersebut meningkat drastis menjadi 8.617 titik.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.138 titik bahkan telah memperoleh Surat Keputusan (SK) dari Badan Gizi Nasional.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus pemerintah karena berpotensi memengaruhi efektivitas penggunaan anggaran negara.

Pemerintah Buka Peluang Menutup Dapur Bermasalah

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan pemerintah membuka kemungkinan untuk menutup dapur MBG yang terbukti bermasalah atau tidak memenuhi ketentuan.

Namun demikian, keputusan tersebut baru akan diambil setelah proses inventarisasi dan evaluasi selesai dilakukan.

"Yang menjadi perhatian adalah kepatuhan terhadap aturan, standar operasional, dan prosedur yang telah ditetapkan," kata Prasetyo.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin program MBG yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat justru menimbulkan persoalan tata kelola dan pemborosan anggaran.

Penyesuaian Anggaran Masih Dibahas

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membenarkan bahwa pemerintah saat ini tengah membahas kemungkinan penyesuaian anggaran Program Makan Bergizi Gratis.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan mengenai besaran anggaran yang akan dikurangi maupun langkah teknis yang akan diambil.

"Kita ikuti keputusan Bapak Presiden," ujar Purbaya.

Program MBG Tetap Berjalan

Meskipun pembangunan dapur baru dihentikan sementara, pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dan pelayanan kepada jutaan penerima manfaat tidak akan terganggu.

Evaluasi yang dilakukan bertujuan untuk memastikan program berjalan lebih efektif, efisien, serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya.

Poin Penting:

  • Pemerintah menghentikan sementara pembangunan dapur MBG baru.
  • Saat ini terdapat 27.877 dapur MBG yang beroperasi.
  • Kebutuhan ideal hanya sekitar 21 ribu dapur.
  • Kelebihan 6.877 dapur berpotensi membebani anggaran negara.
  • BGN akan mengevaluasi seluruh dapur yang telah beroperasi.
  • Ditemukan dugaan praktik jual beli titik SPPG.
  • Wilayah 3T mengalami lonjakan jumlah dapur dari kebutuhan awal.
  • Pemerintah membuka peluang menutup dapur yang tidak sesuai aturan.
  • Penyesuaian anggaran MBG masih menunggu arahan Presiden
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update