< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

PLN UID Banten Revitalisasi MA Citepuseun, Bangun Harapan Baru bagi Anak-anak di Pelosok Lebak

Sabtu, 06 Juni 2026 | Sabtu, Juni 06, 2026 WIB | Last Updated 2026-06-06T12:21:33Z

 



SERANG KONTAK BANTEN – Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan yang masih dihadapi sebagian wilayah pelosok Banten, semangat belajar para siswa Madrasah Aliyah (MA) Citepuseun di Kabupaten Lebak tidak pernah surut. Meski harus menimba ilmu di ruang kelas dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan, mereka tetap datang setiap hari membawa harapan dan cita-cita untuk masa depan yang lebih baik.

Sebagian plafon sekolah telah jebol, dinding bangunan mulai lapuk dimakan usia, dan sejumlah ruang belajar membutuhkan perbaikan segera. Namun kondisi tersebut tidak mematahkan semangat para guru dan siswa untuk terus menjalankan proses belajar mengajar.

Kini, secercah harapan hadir bagi mereka. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli memulai revitalisasi MA Citepuseun dengan menggelar peletakan batu pertama pembangunan sekolah di Desa Citepuseun, Kabupaten Lebak.

Bagi masyarakat setempat, pembangunan ini bukan sekadar perbaikan gedung sekolah. Lebih dari itu, revitalisasi tersebut menjadi simbol hadirnya perhatian dan kepedulian terhadap masa depan pendidikan anak-anak di daerah yang selama ini berjuang dengan berbagai keterbatasan.

Sekolah yang Menjadi Saksi Perjuangan

Selama bertahun-tahun, MA Citepuseun menjadi tempat lahirnya mimpi-mimpi anak desa yang ingin mengubah nasib melalui pendidikan. Di ruang kelas sederhana itulah para siswa belajar, bercita-cita menjadi guru, dokter, pengusaha, aparat negara, hingga pemimpin masa depan.

Namun kondisi bangunan yang terus mengalami kerusakan menjadi tantangan tersendiri bagi kegiatan belajar mengajar.

Saat hujan turun, sebagian ruang kelas harus digunakan dengan hati-hati karena kondisi atap yang rusak. Beberapa bagian bangunan juga membutuhkan renovasi agar tetap aman digunakan oleh para siswa.

Meski demikian, para siswa tetap bertahan dan terus belajar dengan penuh semangat.

PLN Hadir Membawa Harapan

Pelaksana Harian (Plh) General Manager PLN UID Banten, Bobby Christya Surya, mengatakan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas generasi penerus bangsa.

Menurutnya, ketika PLN melihat kondisi MA Citepuseun, perusahaan tidak hanya melihat bangunan yang rusak, tetapi juga melihat harapan besar yang tersimpan di balik semangat para siswa.

"Ketika kami melihat kondisi sekolah ini, kami tidak hanya melihat bangunan yang membutuhkan perbaikan. Kami melihat anak-anak yang setiap hari datang membawa cita-cita dan mimpi mereka. Karena itu, kami ingin memastikan mereka memiliki tempat belajar yang aman dan layak untuk menggapai masa depan," ujar Bobby.

Ia menjelaskan, melalui program TJSL PLN Peduli, perusahaan berupaya memberikan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.

Menurut Bobby, setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak tanpa dibatasi kondisi geografis maupun keterbatasan fasilitas.

"Kami percaya bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Melalui revitalisasi sekolah ini, PLN ingin turut menghadirkan harapan dan membuka jalan agar generasi muda di daerah ini dapat tumbuh, belajar, dan berkembang dengan lebih baik," katanya.

Bukan Sekadar Bangunan, Tetapi Masa Depan

Suasana haru menyelimuti kegiatan peletakan batu pertama yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Warga, guru, tokoh masyarakat, dan para siswa tampak antusias menyaksikan dimulainya pembangunan yang telah lama mereka harapkan.

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar, Dr. KH Jazuli Jawaini, MA, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PLN UID Banten yang memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan, khususnya sekolah-sekolah di wilayah pelosok.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga membangkitkan optimisme masyarakat bahwa pendidikan yang lebih baik masih dapat diwujudkan.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN UID Banten atas perhatian dan kepeduliannya. Bantuan ini bukan hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga membangun optimisme dan semangat anak-anak untuk terus belajar," ungkap KH Jazuli.

Ia berharap setelah revitalisasi selesai dilakukan, para siswa dapat menikmati lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Menjaga Mimpi Tetap Menyala

Bagi para siswa MA Citepuseun, pembangunan sekolah ini menghadirkan harapan baru. Mereka tidak lagi harus belajar di ruang kelas yang rusak atau khawatir ketika cuaca buruk datang.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, revitalisasi tersebut menjadi bukti bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap masa depan anak-anak Indonesia di daerah pelosok.

Di atas tanah yang selama ini menjadi saksi perjuangan para guru dan siswa melawan keterbatasan, akan berdiri ruang-ruang belajar yang lebih layak. Tempat di mana ilmu pengetahuan tumbuh, karakter dibentuk, dan cita-cita dirajut.

Pendidikan Adalah Jalan Keluar dari Kemiskinan

Pembangunan MA Citepuseun juga menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan paling penting untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan fasilitas yang lebih baik, para siswa diharapkan dapat belajar dengan lebih nyaman dan fokus sehingga mampu meraih prestasi yang lebih tinggi.

PLN UID Banten menegaskan bahwa revitalisasi sekolah ini bukan hanya tentang membangun tembok dan atap, melainkan tentang menjaga mimpi-mimpi anak bangsa agar tetap hidup.

Karena di balik setiap bangku sekolah yang diperbaiki, terdapat harapan seorang anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dan di balik setiap ruang kelas yang dibangun, tersimpan keyakinan bahwa tidak ada anak Indonesia yang seharusnya tertinggal hanya karena keterbatasan fasilitas pendidikan.

Revitalisasi MA Citepuseun menjadi bukti bahwa kepedulian, gotong royong, dan kolaborasi dapat menghadirkan perubahan nyata. Sebuah langkah kecil yang membawa harapan besar bagi masa depan generasi muda di pelosok Kabupaten Lebak.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update