< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Ribuan Buruh Kepung KP3B Banten, Tolak Kenaikan Harga BBM dan Desak Pemerintah Lindungi Daya Beli Rakyat

Kamis, 18 Juni 2026 | Kamis, Juni 18, 2026 WIB | Last Updated 2026-06-18T08:47:08Z

 

 

SERANG, KONTAK BANTEN – Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja memadati kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (18/6/2026). Aksi tersebut menjadi puncak gelombang demonstrasi yang terjadi di Banten sepanjang pekan ini, setelah sebelumnya mahasiswa dan sejumlah komunitas sipil juga turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi.

Sejak pagi hari, massa buruh mulai berdatangan menggunakan kendaraan roda dua, bus, hingga mobil komando. Mereka membawa berbagai spanduk, poster, dan bendera organisasi yang berisi tuntutan kepada pemerintah agar membatalkan kebijakan yang dinilai semakin membebani kehidupan masyarakat dan pekerja.

Dalam aksi tersebut, para buruh menilai kenaikan harga BBM non-subsidi tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga memicu kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya produksi yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat.

Koordinator aksi menyampaikan bahwa kondisi ekonomi saat ini sudah cukup berat bagi kalangan pekerja. Kenaikan harga energi dikhawatirkan akan memicu efek domino terhadap berbagai sektor ekonomi, termasuk potensi meningkatnya biaya operasional perusahaan yang dapat berimbas pada kesejahteraan buruh.

"Kenaikan harga BBM akan memengaruhi hampir seluruh sektor. Yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil, pekerja, dan keluarga buruh karena biaya hidup terus meningkat," ujar salah satu orator dari atas mobil komando.

Soroti Kenaikan Biaya Hidup

Selain menolak kenaikan harga BBM, massa juga menyoroti meningkatnya biaya kebutuhan sehari-hari yang dinilai belum sebanding dengan kenaikan pendapatan masyarakat.

Para peserta aksi meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat perlindungan sosial, serta memastikan kesejahteraan pekerja tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi.

Mereka menilai kebijakan ekonomi harus mempertimbangkan kondisi riil masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang rentan terdampak gejolak harga.

Gelombang Protes Berlanjut

Aksi buruh di KP3B menjadi rangkaian lanjutan dari berbagai demonstrasi yang berlangsung di Banten dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan elemen masyarakat sipil juga menggelar aksi serupa dengan membawa isu ekonomi, demokrasi, serta kebijakan publik yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Konsolidasi berbagai elemen masyarakat tersebut menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap dampak kebijakan ekonomi nasional terhadap kehidupan sehari-hari.

Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Rakyat

Dalam tuntutannya, massa buruh meminta pemerintah lebih terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat. Mereka menegaskan bahwa demonstrasi yang dilakukan merupakan bentuk partisipasi warga negara dalam menyampaikan pendapat secara demokratis.

Selain penolakan terhadap kenaikan harga BBM, para buruh juga mendorong pemerintah untuk memperkuat pengawasan harga kebutuhan pokok, menjaga stabilitas ekonomi, serta menciptakan kebijakan yang mampu melindungi daya beli masyarakat.

Aksi yang berlangsung di kawasan KP3B tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan. Hingga siang hari, ribuan massa masih bertahan di lokasi sambil menyampaikan orasi dan tuntutan kepada pemerintah.

Para peserta aksi berharap pemerintah dapat mendengar aspirasi yang mereka sampaikan dan mengambil langkah nyata untuk menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang semakin berat. (*)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update