JAKARTA KONTAK BANTEN SMP Negeri 30 Jakarta menggelar acara perpisahan dan pengembalian siswa kelas IX kepada orang tua sebagai bentuk apresiasi atas selesainya proses pendidikan Tahun Ajaran (TA) 2025/2026. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman sekolah pada Kamis, 4 Juni 2026.
Acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu menjadi momentum bagi sekolah untuk menyerahkan kembali para siswa kepada orang tua setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun di SMPN 30 Jakarta. Selain menjadi ajang perpisahan, kegiatan ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas berbagai prestasi yang berhasil diraih sekolah dan para peserta didik.
Bentuk Syukur dan Apresiasi
Kepala SMPN 30 Jakarta, Umi Hartati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud syukur sekaligus bentuk penghargaan kepada siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Menurutnya, sebanyak 287 siswa kelas IX secara resmi dilepas dan dikembalikan kepada orang tua masing-masing setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun di SMPN 30 Jakarta.
“Ada 287 siswa yang kami lepas untuk kami kembalikan lagi kepada orang tuanya. Kegiatan ini juga sebagai apresiasi bagi anak-anak yang telah melewati pembelajaran SMP di SMPN 30 Jakarta selama tiga tahun dengan baik dan hasilnya membanggakan,” ujar Umi Hartati.
Ia menambahkan, capaian akademik siswa tahun ini juga sangat membanggakan. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), SMPN 30 Jakarta berhasil meraih peringkat pertama tingkat Jakarta Utara dan masuk dalam 15 besar tingkat DKI Jakarta.
Prestasi tersebut, kata Umi, menjadi bukti kerja keras siswa, guru, dan seluruh warga sekolah dalam menjaga kualitas pendidikan.
“Kegiatan ini merupakan wujud syukur dan terima kasih kepada anak-anak. Hari ini kami memberikan apresiasi dengan melepas mereka dan menyerahkannya kembali kepada orang tua secara sederhana,” tambahnya.
Apresiasi dari Sudin Pendidikan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi SMP dan SMA Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Acep Mahmudin, menyampaikan ucapan selamat kepada SMPN 30 Jakarta atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengapresiasi pelaksanaan acara yang dilakukan secara mandiri tanpa membebani orang tua siswa dengan pungutan biaya.
“Saya sangat senang karena semua dilakukan secara mandiri dan tidak ada pungutan di sana-sini. Semua berjalan dari donasi orang-orang yang baik terhadap sekolah ini,” kata Acep.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan yang sederhana namun tetap bermakna menunjukkan komitmen sekolah dalam menjalankan program pendidikan yang berpihak kepada peserta didik dan orang tua.
Sarana Pertanggungjawaban kepada Orang Tua
Sementara itu, Pengawas SMP Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Suginah, menyambut positif kegiatan pengembalian siswa tersebut.
Ia menilai acara seperti ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga menjadi sarana bagi sekolah untuk menunjukkan berbagai capaian dan prestasi yang telah diraih selama proses pendidikan berlangsung.
“Saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini karena sekolah bisa menunjukkan prestasi-prestasi yang telah diraih dan juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada orang tua,” ujarnya.
Momentum Melangkah ke Jenjang Berikutnya
Acara pelepasan siswa kelas IX SMPN 30 Jakarta berlangsung dengan suasana haru dan penuh kebanggaan. Para siswa, guru, serta orang tua yang hadir turut merasakan kebahagiaan atas keberhasilan peserta didik menyelesaikan pendidikan tingkat menengah pertama.
Dengan berbagai prestasi yang telah diraih, terutama keberhasilan menempati peringkat pertama TKA tingkat Jakarta Utara, SMPN 30 Jakarta berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan terus mengharumkan nama sekolah di masa mendatang.
Poin Penting Berita
- SMPN 30 Jakarta menggelar pelepasan siswa kelas IX pada 4 Juni 2026.
- Sebanyak 287 siswa resmi dikembalikan kepada orang tua setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun.
- SMPN 30 Jakarta meraih peringkat pertama TKA tingkat Jakarta Utara dan masuk 15 besar DKI Jakarta.
- Acara dilaksanakan secara sederhana dan mandiri tanpa pungutan kepada orang tua.
- Sudin Pendidikan Jakarta Utara mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
- Kegiatan menjadi bentuk apresiasi, rasa syukur, serta pertanggungjawaban sekolah kepada orang tua siswa.

.gif)