TANGERANG KONTAK BANTEN – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sumber Daya Air (SDA) Wilayah VI pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang bergerak cepat mengantisipasi potensi banjir dengan melakukan normalisasi Saluran Pembuang Gelam di Kecamatan Kosambi, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan normalisasi difokuskan pada pengerukan sedimentasi lumpur yang telah menyebabkan pendangkalan saluran, serta pembersihan gulma dan sampah yang menghambat aliran air. Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran agar mampu menampung debit air secara optimal saat musim hujan.
Kepala UPTD SDA Wilayah VI, H. Suhanda, mengatakan bahwa kondisi Saluran Gelam saat ini mengalami pendangkalan cukup parah akibat endapan lumpur dan pertumbuhan eceng gondok yang memenuhi badan saluran.
"Normalisasi saluran berupa galian sedimentasi lumpur serta membersihkan saluran yang sudah dipenuhi sampah apung maupun gulma," ujar H. Suhanda.
Target Angkat 1.500 Meter Kubik Sedimen
Untuk mempercepat proses normalisasi, DBMSDA Kabupaten Tangerang mengerahkan alat berat berupa ekskavator amfibi jenis PC.75 yang mampu bekerja di area perairan dan lahan berlumpur.
Melalui alat berat tersebut, pemerintah menargetkan pengerukan sekitar 1.500 meter kubik sedimen lumpur yang selama ini mengurangi kapasitas tampung saluran.
Selain pengerukan, petugas juga membersihkan eceng gondok dan tanaman liar yang menutupi permukaan saluran sehingga aliran air dapat kembali lancar.
Cegah Genangan Saat Musim Hujan
Menurut Suhanda, normalisasi Saluran Gelam merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mengurangi risiko banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Kosambi yang rawan mengalami genangan ketika curah hujan tinggi.
Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target, tim teknis dari UPTD SDA Wilayah VI diterjunkan langsung ke lapangan guna mengawasi proses pengerukan hingga selesai.
Dengan normalisasi tersebut, kapasitas saluran diharapkan meningkat sehingga mampu mempercepat aliran air menuju saluran pembuang dan meminimalkan potensi banjir di kawasan permukiman warga.
Masyarakat Diminta Ikut Menjaga Saluran
Di akhir keterangannya, H. Suhanda mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan agar hasil normalisasi dapat bertahan dalam jangka panjang.
Ia mengimbau warga agar tidak membuang sampah ke saluran air serta tidak mendirikan bangunan liar di sepanjang bantaran saluran yang dapat menghambat fungsi drainase.
"Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak mendirikan bangunan liar di sepanjang saluran air. Keberhasilan pengendalian banjir membutuhkan dukungan semua pihak," pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap upaya normalisasi Saluran Gelam ini dapat meningkatkan kapasitas drainase, mengurangi risiko banjir, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kecamatan Kosambi saat memasuki musim penghujan.

.gif)