SERANG, KONTAK BANTEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 setelah sejumlah wilayah mulai mengalami kekurangan air bersih. Berdasarkan pemetaan terbaru, sebanyak 53 kecamatan di delapan kabupaten/kota berpotensi terdampak kekeringan dengan ribuan warga membutuhkan pasokan air bersih.
Dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Pandeglang. Warga di Kecamatan Angsana, Sindangresmi, dan Cadasari mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih sejak pekan kedua Juli 2026.
BPBD Mulai Distribusikan Air Bersih
Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Pandeglang, pendistribusian air bersih telah dilakukan sejak 12 Juli 2026.
Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat di Kampung Bojong Koneng, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana. Distribusi bantuan air bersih terus dilakukan secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak lainnya di Kabupaten Pandeglang maupun daerah lain di Provinsi Banten.
BPBD Banten Tetapkan Dua Prioritas Penanganan
Untuk mengoptimalkan penanganan dampak kekeringan, BPBD Provinsi Banten membagi wilayah menjadi dua kategori prioritas.
Prioritas I meliputi daerah dengan tingkat kerawanan tinggi, yaitu:
- Kabupaten Serang
- Kabupaten Lebak
- Kabupaten Tangerang
- Kabupaten Pandeglang
Sedangkan Prioritas II meliputi wilayah perkotaan, yakni:
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang Selatan
- Kota Serang
- Kota Cilegon
Lebak dan Pandeglang Berpotensi Paling Parah
Berdasarkan rencana aksi pemetaan bencana kekeringan tahun 2026, Kabupaten Lebak dan Pandeglang menjadi wilayah dengan potensi terdampak paling besar.
Berikut rincian potensi kekeringan di Provinsi Banten:
Kabupaten Lebak
- Luas wilayah terdampak: 3.352,18 km²
- Potensi terdampak: 16 kecamatan
- Penduduk terdampak: 11.000 jiwa
- Kebutuhan air bersih: 165.000 liter
Kabupaten Pandeglang
- Luas wilayah terdampak: 2.771,41 km²
- Potensi terdampak: 7 kecamatan
- Penduduk terdampak: 7.500 jiwa
- Kebutuhan air bersih: 112.500 liter
Kabupaten Serang
- Luas wilayah terdampak: 1.462,91 km²
- Potensi terdampak: 10 kecamatan
- Penduduk terdampak: 7.000 jiwa
- Kebutuhan air bersih: 105.000 liter
Kabupaten Tangerang
- Luas wilayah terdampak: 1.027,76 km²
- Potensi terdampak: 12 kecamatan
- Penduduk terdampak: 8.500 jiwa
- Kebutuhan air bersih: 127.500 liter
Kota Tangerang
- Potensi terdampak: 4 kecamatan
- Penduduk terdampak: 3.000 jiwa
- Kebutuhan air bersih: 45.000 liter
Kota Serang
- Potensi terdampak: 2 kecamatan
- Penduduk terdampak: 1.250 jiwa
- Kebutuhan air bersih: 18.750 liter
Kota Cilegon
- Potensi terdampak: 2 kecamatan
- Penduduk terdampak: 1.000 jiwa
- Kebutuhan air bersih: 15.000 liter
Kota Tangerang Selatan
- Potensi terdampak: 1 kecamatan
- Penduduk terdampak: 750 jiwa
- Kebutuhan air bersih: 11.250 liter
BMKG: Kemarau Diperkirakan Berlangsung Hingga Oktober
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memprediksi musim kemarau tahun 2026 dipengaruhi fenomena El Nino, yang menyebabkan berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Banten.
Kepala Unit Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Merak, Trian Asmarahadi, menjelaskan bahwa hampir seluruh wilayah Banten akan merasakan dampak musim kemarau.
"Hampir seluruh wilayah Banten akan merasakan dampaknya. Namun wilayah Banten bagian utara diperkirakan mengalami musim kemarau lebih awal dan lebih lama dibanding wilayah selatan," ujarnya dalam Talkshow Diskominfo SP Provinsi Banten beberapa waktu lalu.
BMKG memperkirakan musim kemarau akan berlangsung hingga Oktober 2026 dan masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG.
BPBD Perkuat Kolaborasi Antisipasi Kekeringan
Menghadapi ancaman kekeringan, BPBD Provinsi Banten telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kekeringan serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.
Kolaborasi dilakukan bersama Kementerian Kehutanan, Polda Banten, perguruan tinggi, pemerintah kabupaten/kota, hingga berbagai instansi terkait guna memastikan distribusi air bersih, pemetaan wilayah terdampak, serta langkah-langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Pemerintah Provinsi Banten juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau, serta segera melaporkan kepada pemerintah daerah atau BPBD setempat apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan.

.gif)