JAKARTA, KONTAK BANTEN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Kali ini, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, diamankan dalam operasi yang berlangsung di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Senin (20/7/2026).
Penangkapan tersebut menjadikan Lalu Ahmad Zaini sebagai kepala daerah ke-11 yang terjaring OTT KPK sepanjang tahun 2026. Sementara itu, operasi di Lombok Barat merupakan OTT ke-17 yang dilakukan lembaga antirasuah sepanjang tahun ini.
Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan Lalu Ahmad Zaini di rumah dinasnya. Selain bupati, 18 orang lainnya turut diamankan dari sejumlah lokasi di wilayah Lombok Barat. Mereka terdiri atas aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan sejumlah pihak swasta.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, seluruh pihak yang diamankan menjalani pemeriksaan awal di Markas Brimob Lombok Barat.
"Dari 19 orang yang diamankan, tujuh orang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK," ujar Budi.
Diduga Terkait Suap Proyek
Dalam OTT tersebut, KPK turut menyita barang bukti berupa uang tunai pecahan rupiah senilai ratusan juta rupiah serta sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara.
Menurut Budi, operasi tangkap tangan itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan suap yang berhubungan dengan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
"Perkara ini diduga terkait adanya penerimaan oleh bupati berkenaan dengan proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Lombok Barat," katanya.
KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan sekaligus mengumumkan konstruksi perkara secara resmi kepada publik.
Sekda Mengaku Terkejut
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat, Akhmad Saikhu, mengaku terkejut dengan operasi yang dilakukan KPK. Ia mengungkapkan, beberapa jam sebelum diamankan, Bupati Lalu Ahmad Zaini masih mengikuti acara nonton bareng final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina hingga menjelang waktu Subuh.
"Tadi pagi kita nonton bareng sampai selesai. Setelah azan Subuh kami pulang," ujar Saikhu.
Saikhu mengaku baru mengetahui adanya OTT saat tiba di Kompleks Perkantoran Giri Menang. Saat itu, ia melihat ruang kerja Bupati Lombok Barat telah dipasangi garis penyegelan oleh penyidik KPK.
Selain ruang kerja bupati, penyidik juga menyegel ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Barat sebagai bagian dari proses penyidikan.
"Begitu kami masuk kantor, kami melihat ada ruangan yang sudah disegel. Baru saat itu kami mengetahui adanya operasi KPK," kata Saikhu.
Daftar Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang 2026
Sepanjang tahun 2026, KPK telah melakukan sejumlah operasi tangkap tangan terhadap kepala daerah, di antaranya:
- Wali Kota Madiun Maidi
- Bupati Pati Sudewo
- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
- Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari
- Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
- Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo
- Bupati Muara Enim Edison
- Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby
- Bupati Langkat Syah Afandin (Ondim)
- Bupati Sukoharjo Etik Suryani
- Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

.gif)