< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Pimpin Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk, Warga Dievakuasi dan BNPB Kerahkan Helikopter

Rabu, 01 Juli 2026 | Rabu, Juli 01, 2026 WIB | Last Updated 2026-07-01T13:27:56Z

 


 

TANGERANG, KONTAK BANTEN – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung memimpin penanganan darurat kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Selasa malam (30/6/2026). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bergerak cepat melakukan pemadaman api sekaligus mengevakuasi warga yang terdampak kepulan asap tebal.

Setibanya di lokasi, Bupati Maesyal Rasyid memastikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bekerja maksimal agar kobaran api dapat segera dikendalikan serta dampak terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Menurut Maesyal, kebakaran diduga bermula dari munculnya titik api kecil yang dipicu oleh cuaca kemarau serta gas metana yang berasal dari timbunan sampah. Kondisi tersebut diperparah oleh embusan angin kencang sehingga api dengan cepat menjalar ke sejumlah titik di area TPA Jatiwaringin yang memiliki luas sekitar 33 hektare.

"Kami menerima laporan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan terkait adanya titik api di TPA Jatiwaringin. Awalnya api masih kecil, namun karena angin bertiup cukup kencang, api kemudian menyebar ke area lain yang memiliki timbunan sampah," ujar Maesyal Rasyid.

Petugas Terkendala Akses Menuju Titik Api

Proses pemadaman telah dilakukan sejak awal kejadian oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang.

Namun, upaya tersebut menghadapi kendala karena banyak titik api berada di area yang sulit dijangkau kendaraan pemadam akibat akses jalan yang terbatas.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Pemkab Tangerang mengerahkan alat berat guna membuka jalur menuju lokasi kebakaran.

"Kami sekarang sedang berupaya membuka akses menuju titik-titik api dengan membongkar timbunan sampah menggunakan alat berat. Tujuannya agar kendaraan pemadam dan alat berat dapat lebih dekat ke lokasi sehingga proses penyiraman bisa dilakukan secara maksimal," jelasnya.

BNPB Siapkan Pemadaman dari Udara Menggunakan Helikopter

Sebagai langkah percepatan penanganan, Pemkab Tangerang juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Perwakilan BNPB telah meninjau langsung lokasi kebakaran dan merencanakan operasi pemadaman dari udara menggunakan helikopter untuk menjangkau titik-titik api yang tidak bisa diakses melalui jalur darat.

"Alhamdulillah tadi juga sudah hadir dari BNPB dan besok direncanakan dilakukan penyiraman dari udara menggunakan helikopter. Langkah ini dilakukan karena masih ada beberapa lokasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam maupun alat berat," kata Maesyal.

Antisipasi Sudah Dilakukan Sejak Awal Musim Kemarau

Maesyal mengungkapkan, sebelum kebakaran terjadi, DLHK bersama BPBD sebenarnya telah melakukan langkah antisipasi melalui penyiraman di sejumlah titik rawan sejak memasuki musim kemarau.

Namun, luasnya kawasan TPA Jatiwaringin serta adanya area yang sulit dijangkau membuat potensi keluarnya gas metana tetap memicu terjadinya kebakaran.

Warga Terdampak Asap Dievakuasi

Selain fokus memadamkan api, Pemkab Tangerang juga memprioritaskan keselamatan warga yang terdampak asap pekat.

Bersama unsur kecamatan, TNI, Polri, pemerintah desa, serta relawan, warga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, seperti kantor desa dan masjid.

"Pak Camat, Kapolsek, Danramil dan para kepala desa sudah bergerak mengungsikan warga yang terdampak asap. Ada yang ditempatkan di kantor desa dan ada juga yang ditampung di masjid agar masyarakat tetap aman dan nyaman," ungkapnya.

Tenaga Kesehatan Disiagakan Layani Korban Asap

Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mengerahkan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat untuk memeriksa kondisi warga yang terdampak asap kebakaran.

Jumlah petugas kesehatan akan ditambah agar pelayanan medis dapat menjangkau hingga tingkat RT dan RW di sekitar lokasi kebakaran.

Perumdam TKR Suplai Air untuk Pemadaman

Dalam mendukung proses pemadaman, Pemkab Tangerang turut memanfaatkan berbagai sumber daya, termasuk pasokan air bersih dari Perumdam TKR sebagai sumber air utama bagi armada pemadam kebakaran.

"Kami memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk bantuan pasokan air dari Perumdam TKR untuk mendukung proses pemadaman. Kami akan terus berupaya hingga api benar-benar dapat dipadamkan," tegas Maesyal.

Pemkab Tangerang Siapkan Status Darurat

Melihat besarnya dampak kebakaran terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, Pemkab Tangerang tengah menyiapkan penetapan status darurat.

Status tersebut sedang dibahas bersama BPBD dan DLHK sebagai dasar percepatan penanganan bencana.

"Insya Allah malam ini sedang dikonsepkan bersama BPBD dan DLHK untuk menetapkan kondisi ini sebagai status darurat karena menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat serta risiko meluasnya kebakaran," ujarnya.

Pelayanan Persampahan Tetap Berjalan

Meski kebakaran masih berlangsung, Bupati memastikan pelayanan pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang tetap berjalan normal.

Saat ini volume sampah yang masuk ke TPA Jatiwaringin masih berada pada kisaran normal, yakni sekitar 1.200 ton per hari. Pemerintah daerah juga sedang menyiapkan pengaturan area pembuangan agar pelayanan tidak terganggu selama proses pemadaman berlangsung.

Dorong Percepatan Program Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

Peristiwa kebakaran ini, menurut Maesyal, menjadi momentum penting untuk mempercepat implementasi Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Pemkab Tangerang akan melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat sebagai dasar percepatan pembangunan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, aman, dan ramah lingkungan.

"Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan percepatan terhadap program pengolahan sampah menjadi energi listrik. Kejadian ini menjadi salah satu alasan penting agar penanganan sampah dapat dilakukan dengan teknologi yang lebih baik di masa depan," pungkasnya.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update