< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Dikbud Tangsel Perkuat Kurikulum PKBM, Siapkan Warga Belajar Siap Kerja dan Berwirausaha di Era Digital

Rabu, 29 Juli 2026 | Rabu, Juli 29, 2026 WIB | Last Updated 2026-07-29T13:57:22Z

 

Bimbingan teknis (bimtek) yang diikuti para Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Tangsel di Aula Gedung 3A Balai Kota Tangsel, Rabu (29/7). (Ist)

 TANGERANG SELATAN, KONTAK BANTEN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan terus memperkuat kualitas pendidikan nonformal dengan mendorong penyusunan kurikulum muatan lokal yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) penyusunan kurikulum yang diikuti para Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Tangerang Selatan di Aula Gedung 3A Balai Kota Tangsel, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk meningkatkan mutu pendidikan kesetaraan agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membekali warga belajar dengan keterampilan hidup (life skills), kemampuan berwirausaha, serta kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja di era digital.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dikbud Kota Tangerang Selatan, Rizkia Fitria, mengatakan pendidikan nonformal memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.

Menurutnya, keberadaan PKBM menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi diri. Karena itu, kurikulum yang diterapkan harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan perkembangan dunia kerja.

"Pendidikan nonformal, khususnya di PKBM, memiliki peran yang sangat krusial dalam merangkul warga belajar dengan latar belakang yang beragam. Melalui kurikulum muatan lokal yang adaptif dan inovatif ini, kita ingin memastikan pembelajaran berpusat pada peserta didik, berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, serta mampu mendorong kemandirian ekonomi," ujar Rizkia.

Ia menegaskan, pendidikan kesetaraan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah. Lebih dari itu, peserta didik juga harus memiliki kemampuan praktis, keterampilan kerja, dan jiwa kewirausahaan sehingga mampu mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.

Kurikulum Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber, yakni Gatot Hendra Prakoso dan Nungki Sri Handayani, yang memaparkan konsep pengembangan kurikulum berbasis pembelajaran mendalam (deep learning) dengan mengintegrasikan pendekatan kewirausahaan.

Nungki menjelaskan bahwa proses pembelajaran di PKBM perlu dirancang lebih aplikatif agar peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan sekitarnya.

Melalui pendekatan Design Thinking, peserta didik diajak belajar secara bertahap menggunakan metode 8 Langkah BERTUNAS, yaitu Buka Mata, Eksplorasi, Rumuskan, Temukan Ide, Uji Gagasan, Nalar Bisnis, Aksi Jual, dan Sebar.

"Tutor di PKBM diandalkan sebagai fasilitator dan pendamping proses belajar. Kami mengenalkan pendekatan Design Thinking yang disederhanakan melalui delapan langkah BERTUNAS. Peserta didik diajak mengalami langsung proses mulai dari memahami persoalan di lingkungan sekitar hingga mampu menghasilkan produk dan melakukan penjualan pertamanya," jelas Nungki.

Menurutnya, metode tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta keberanian peserta didik dalam menciptakan peluang usaha.

Bangun Jiwa Wirausaha Sejak Proses Belajar

Sementara itu, narasumber lainnya, Gatot Hendra Prakoso, menekankan pentingnya membangun pola pikir kewirausahaan sejak awal proses pembelajaran.

Ia menjelaskan bahwa dalam dunia usaha, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi barang, tetapi juga oleh kemampuan memahami kebutuhan pasar.

Melalui pendekatan LMU, peserta didik diajak menguji ide dan membuat purwarupa (prototype) terlebih dahulu kepada calon pengguna sebelum menghitung biaya produksi maupun harga jual.

"Melalui kerangka LMU, peserta diajak menguji coba gagasan dan purwarupa terlebih dahulu ke calon pengguna sebelum menghitung HPP dan harga jual. Ketika produknya sudah terbukti disukai dan dibutuhkan pasar, barulah perhitungan bisnisnya menjadi konkret dan memiliki risiko yang lebih rendah," ungkap Gatot.

Menurutnya, pendekatan tersebut akan membantu peserta didik memahami bahwa membangun usaha harus diawali dengan mengenali kebutuhan konsumen sehingga peluang keberhasilannya lebih besar.

Cetak Lulusan yang Kreatif dan Mandiri

Melalui kegiatan bimtek ini, Dikbud Kota Tangerang Selatan berharap seluruh PKBM mampu menyusun dan menerapkan kurikulum muatan lokal yang sesuai dengan karakteristik wilayah, potensi daerah, dan kebutuhan masyarakat.

Kurikulum yang adaptif diharapkan mampu menghasilkan lulusan pendidikan kesetaraan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan hidup, kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dunia kerja.

Dengan penguatan kurikulum tersebut, pendidikan nonformal di Kota Tangerang Selatan diharapkan semakin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong lahirnya generasi yang mandiri dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update