< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Teladani Semangat Juang Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | Sabtu, Juli 11, 2026 WIB | Last Updated 2026-07-11T15:51:30Z

 


 

KOTA CILEGON  KONTAK BANTEN – Pemerintah Kota Cilegon menggelar Istighosah dan Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 di Halaman Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Jumat (10/7/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para ulama dan pejuang yang gugur dalam Peristiwa Geger Cilegon 1888 sekaligus upaya menanamkan kembali nilai perjuangan, persatuan, dan kecintaan terhadap sejarah kepada masyarakat.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri para ulama, habaib, tokoh masyarakat, keturunan pejuang Geger Cilegon 1888, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Mewakili Wali Kota Cilegon, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Hukum, Panca N. Widodo, mengatakan bahwa Haul Syuhada Geger Cilegon bukan sekadar agenda seremonial untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi majelis doa bersama agar para syuhada mendapatkan rahmat Allah SWT serta Kota Cilegon senantiasa diberi keberkahan.

"Melalui istighosah ini, kita memanjatkan doa agar semangat perjuangan para pendahulu senantiasa menjadi cahaya yang menerangi langkah kita dalam membangun daerah," ujar Panca.

Mengenang Sejarah, Meneladani Nilai Perjuangan

Panca menjelaskan bahwa mengenang para syuhada tidak boleh berhenti pada romantisme masa lalu. Lebih dari itu, masyarakat harus mampu mengambil hikmah dan meneladani nilai-nilai yang diwariskan para pejuang, seperti keimanan, keberanian, keikhlasan, pengorbanan, serta semangat mempertahankan kebenaran.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut masih sangat relevan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan saat ini.

"Semangat juang para pendahulu harus menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan membangun daerah dengan penuh tanggung jawab," katanya.

Geger Cilegon 1888 Tonggak Perlawanan Bangsa

Dalam sambutannya, Panca menegaskan bahwa Peristiwa Geger Cilegon 1888 merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan kolonial.

Perlawanan yang dipimpin para ulama bersama masyarakat Cilegon menunjukkan bahwa kekuatan iman, pesantren, dan masjid mampu menjadi pusat perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan.

Ia menilai semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak kehilangan jati diri dan identitas sejarah daerah.

"Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan keberanian melawan penjajah, maka hari ini perjuangan kita adalah menjaga persatuan, memperkuat pendidikan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan," jelasnya.

Sejarah Harus Menjadi Fondasi Pembangunan Daerah

Panca menambahkan bahwa sejarah tidak boleh dilupakan karena merupakan bagian penting dalam membangun karakter masyarakat.

Menurutnya, sejarah harus dijadikan sumber inspirasi, penguat identitas daerah, sekaligus fondasi moral dalam mewujudkan Kota Cilegon yang religius, maju, berbudaya, dan berkarakter.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus merawat warisan sejarah serta menghargai jasa para ulama dan pejuang yang telah berkorban demi agama, bangsa, dan tanah air.

"Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 harus menjadi momentum untuk menghormati seluruh pejuang yang telah mengorbankan jiwa, raga, harta, dan seluruh kemampuannya demi mempertahankan agama, martabat, dan tanah air," tuturnya.

Memperkuat Nilai Kebangsaan dan Religius

Melalui penyelenggaraan Istighosah dan Haul Syuhada Geger Cilegon 1888, Pemerintah Kota Cilegon berharap semangat perjuangan para ulama dapat terus hidup di tengah masyarakat. Nilai religius, nasionalisme, persatuan, serta kepedulian terhadap sejarah diharapkan menjadi modal penting dalam membangun Cilegon yang lebih maju tanpa melupakan akar perjuangan para pendahulunya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan saat ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan membangun sumber daya manusia yang berkualitas, memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagai bentuk nyata melanjutkan cita-cita para syuhada Geger Cilegon 1888.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update