KOTA CILEGON KONTAK BANTEN Realisasi investasi di Kota Cilegon sepanjang Semester I 2026 mencapai Rp8,01 triliun, menempatkan Kota Baja sebagai daerah dengan capaian investasi terbesar ketiga di Provinsi Banten. Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon optimistis nilai investasi akan terus meningkat hingga akhir tahun melalui percepatan pelayanan perizinan dan penciptaan iklim usaha yang kondusif.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, realisasi investasi Kota Cilegon selama periode Januari hingga Juni 2026 mencapai Rp8,01 triliun. Nilai tersebut menyumbang sekitar 12,08 persen dari total realisasi investasi Provinsi Banten yang mencapai Rp66,3 triliun.
Capaian tersebut menempatkan Kota Cilegon di posisi ketiga sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar di Banten. Kabupaten Tangerang berada di peringkat pertama dengan nilai investasi sebesar Rp29,04 triliun, disusul Kota Tangerang sebesar Rp11,73 triliun.
Di bawah Kota Cilegon terdapat Kota Tangerang Selatan dengan realisasi investasi sebesar Rp7,87 triliun, kemudian Kabupaten Serang sebesar Rp7,17 triliun.
Meski menunjukkan kinerja yang positif, realisasi investasi Kota Cilegon hingga pertengahan tahun tersebut baru mencapai 17,82 persen dari target investasi tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp44,96 triliun. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah untuk mempercepat masuknya investasi baru pada semester kedua.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, mengatakan pemerintah berkomitmen mempercepat pertumbuhan investasi agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
"Kami dari pemerintah ingin supaya pertumbuhan investasi di Kota Cilegon cepat sesuai target," kata Aziz, Rabu (29/7/2026).
Menurut Aziz, investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan daerah. Selain meningkatkan aktivitas ekonomi, investasi juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi angka pengangguran, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Ujungnya dengan adanya investasi banyak membawa dampak positif, terutama pengurangan pengangguran. Kemudian berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah, meningkatkan pelaku ekonomi," ujarnya.
Ia menjelaskan, bertambahnya investasi juga akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran industri baru akan membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM yang menjadi mitra maupun penyedia barang dan jasa pendukung kegiatan industri.
"Sehingga dengan adanya investasi bisa membawa geliat tumbuhnya UMKM di Cilegon sebagai pendukung industri besar," jelasnya.
Untuk menarik lebih banyak investor, Pemkot Cilegon berkomitmen memberikan kemudahan dalam proses perizinan serta memastikan iklim investasi tetap kondusif. Pemerintah juga akan terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak agar proses investasi dapat berjalan lebih cepat dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.
"Dari kami tentunya terhadap investasi yang akan masuk ke Cilegon kami akan bantu, baik proses perizinan dan sebagainya. Kemudian menciptakan iklim investasi yang kondusif di Cilegon," tuturnya.
Selain mendorong peningkatan investasi, Pemkot Cilegon juga menekankan pentingnya manfaat investasi bagi masyarakat lokal. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah meminta perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja asal Cilegon selama memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan industri.
"Nanti kami akan minta supaya investor bisa memaksimalkan tenaga kerja Cilegon yang sesuai dengan kriteria atau kebutuhan industri. Tapi kalau di Cilegon masih ada dan sesuai, kami minta itu diprioritaskan," tegas Aziz.
Pemkot Cilegon berharap tren investasi yang terus tumbuh pada semester kedua 2026 dapat mempercepat pencapaian target tahunan sekaligus memperkuat posisi Kota Cilegon sebagai salah satu pusat industri dan investasi terbesar di Provinsi Banten. Meningkatnya investasi diharapkan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja, berkembangnya UMKM, serta meningkatnya pendapatan daerah.

.gif)