PANDEGLANG KONTAK BANTEN Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pandeglang menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian telur kepada para santri di Pondok Pesantren Darul Amanah, Ciupas, Kecamatan Pagelaran, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut terlaksana berkat kerja sama antara PC IPNU-IPPNU Kabupaten Pandeglang dengan PT JPJF Kadulimus sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi santri sekaligus mempererat hubungan antara organisasi pelajar NU dengan lingkungan pesantren.
Selain membagikan telur sebagai sumber protein untuk mendukung kebutuhan gizi para santri, kegiatan juga diisi dengan forum diskusi bersama mengenai organisasi dan penguatan kaderisasi. Diskusi tersebut menjadi sarana untuk membangun komunikasi, meningkatkan semangat berorganisasi, serta mempererat kebersamaan antaranggota.
Ketua PC IPNU Kabupaten Pandeglang, Rekan Uci, mengatakan bahwa program berbagi telur merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap para santri yang sedang menempuh pendidikan agar kebutuhan gizi mereka tetap terpenuhi.
"Kegiatan ini merupakan yang pertama kami laksanakan setelah mendapatkan bantuan dan kepercayaan dari PT JPJF Kadulimus. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh para santri dan masyarakat," ujarnya.
Menurut Uci, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat solidaritas di kalangan pengurus dan anggota IPNU-IPPNU Pandeglang.
"Selain berbagi telur, yang paling penting adalah menumbuhkan kepedulian sosial, rasa simpati, dan empati di kalangan pelajar. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun karakter kader yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya," katanya.
Ia berharap hubungan yang semakin erat antar kader dapat memperkuat organisasi dalam menjalankan berbagai program dan mencapai tujuan organisasi di masa mendatang.
Sementara itu, perwakilan PC IPPNU Kabupaten Pandeglang, Rekanita Azkya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ruang strategis bagi pengurus dan anggota untuk berdiskusi serta menyampaikan berbagai gagasan.
"Kami ingin seluruh anggota memiliki ruang untuk menyampaikan ide dan pendapat, sehingga tercipta kesepahaman dalam melangkah dan menjalankan program organisasi secara bersama-sama," ungkapnya.
Menurut Azkya, forum diskusi menjadi media komunikasi yang efektif untuk menyatukan persepsi antar kader sehingga organisasi semakin solid. Ia berharap agenda serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di kalangan pelajar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pandeglang.(UCI)

.gif)