TANGERANG KONTAK BANTEN – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXV Tingkat Kota Tangerang resmi ditutup di Stadion Mini Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kamis (30/7/2026) malam. Penyelenggaraan yang berlangsung selama beberapa hari itu tidak hanya sukses melahirkan para juara dari berbagai cabang lomba, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kecamatan Ciledug berhasil keluar sebagai juara umum pada MTQ XXV sekaligus menutup perannya sebagai tuan rumah dengan prestasi membanggakan. Di sisi lain, bazar UMKM yang digelar selama kegiatan berlangsung dipadati pengunjung sehingga banyak pelaku usaha mencatatkan kenaikan omzet yang signifikan.
MTQ Jadi Sarana Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur'an
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengatakan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat syiar Islam.
"Landasan utamanya adalah kita terus menggelorakan Al-Qur'an di bumi Kota Tangerang agar masyarakat senantiasa mendapatkan keberkahan, baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur," ujar Maryono usai menutup MTQ XXV.
Ia mengajak masyarakat untuk terus membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan kandungan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, MTQ merupakan media pembinaan umat sekaligus wadah mencetak generasi Qurani yang berakhlakul karimah.
Maryono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan hakim, peserta, kafilah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ hingga seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Diikuti Kafilah dari 13 Kecamatan
Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kota Tangerang KH Juhri Fauzi menjelaskan, MTQ XXV mempertandingkan sembilan cabang lomba dengan 25 golongan yang diikuti oleh kafilah dari 13 kecamatan di Kota Tangerang.
Seluruh tahapan perlombaan berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti berkat dukungan berbagai pihak, terutama masyarakat Kecamatan Ciledug sebagai tuan rumah.
"Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar tanpa ada hambatan. Itu bisa terlaksana karena doa seluruh masyarakat Kota Tangerang, khususnya warga Kecamatan Ciledug," katanya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama pelaksanaan MTQ terdapat ketidaknyamanan, terutama terkait aktivitas di sekitar lokasi penyelenggaraan.
Ciledug Raih Gelar Juara Umum
Keberhasilan menjadi tuan rumah semakin lengkap setelah Kecamatan Ciledug dinobatkan sebagai juara umum MTQ XXV Kota Tangerang.
Camat Ciledug Ayi Nuryadin mengatakan prestasi tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan terhadap para qari dan qariah di wilayahnya.
"Alhamdulillah, apa yang kita upayakan membuahkan hasil yang maksimal," ujarnya.
Meski berhasil menjadi juara umum, Ayi menegaskan capaian tersebut bukan akhir dari proses pembinaan. Sebaliknya, prestasi itu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas peserta agar mampu bersaing di tingkat Provinsi Banten, nasional, bahkan internasional.
Bazar MTQ Dongkrak Omzet UMKM
Kesuksesan penyelenggaraan MTQ juga dirasakan para pelaku UMKM yang membuka stan di area bazar. Ribuan pengunjung yang memadati lokasi setiap hari membuat aktivitas jual beli meningkat tajam.
Ketua Forum UMKM Ciledug Prima Anggraini A.R. mengatakan para pelaku UMKM dari seluruh kelurahan di Kecamatan Ciledug menikmati lonjakan omzet yang bahkan melampaui target.
"Alhamdulillah, omzet selama beberapa hari terakhir melonjak tajam melebihi target. Bahkan, ini menjadi yang tertinggi dibandingkan kegiatan-kegiatan lain yang pernah diselenggarakan di Kecamatan Ciledug," katanya.
Menurut Prima, tingginya jumlah pengunjung, peserta lomba, ofisial, dan pendamping dari seluruh kecamatan menjadi faktor utama meningkatnya transaksi di area bazar.
Sejumlah pedagang bahkan harus menambah stok dagangan dan memperpanjang jam operasional karena tingginya permintaan masyarakat.
Kuliner Paling Diburu Pengunjung
Produk kuliner menjadi kategori yang paling diminati selama pelaksanaan MTQ. Berbagai makanan yang dimasak langsung di lokasi, seperti bakso, dimsum, takoyaki, aneka jajanan, hingga minuman segar, laris terjual setiap hari.
Banyak pedagang mengaku dagangannya habis sebelum rangkaian kegiatan selesai pada malam hari, sehingga harus menyiapkan stok lebih banyak untuk hari berikutnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan kegiatan keagamaan mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil.
MTQ Beri Dampak Sosial dan Ekonomi
Prima menilai MTQ XXV Kota Tangerang tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pembinaan qari-qariah, tetapi juga berhasil menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM lokal.
"Kami sangat bersyukur MTQ XXV Kota Tangerang memberikan manfaat nyata bagi UMKM. Di tengah kondisi ekonomi yang masih lesu, pelaku usaha kembali bergairah dan senang bisa berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini," pungkasnya.
Penutupan MTQ XXV menandai berakhirnya seluruh rangkaian perlombaan yang diikuti kafilah dari 13 kecamatan di Kota Tangerang. Selain melahirkan bibit-bibit qari dan qariah berprestasi, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa agenda keagamaan dapat menjadi penggerak ekonomi lokal, memperkuat kebersamaan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan UMKM melalui meningkatnya aktivitas perdagangan selama acara berlangsung.(SS)

.gif)