SERANG, KONTAK BANTEN – Proses normalisasi Sungai atau Muara Karangantu di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, mendapat dukungan penuh dari masyarakat pesisir, khususnya para nelayan. Demi memperlancar pengerukan sedimentasi yang tengah dilakukan pemerintah, para nelayan secara sukarela bergotong royong membongkar bangkai kapal serta membersihkan area bantaran sungai agar alat berat dapat bekerja tanpa hambatan.
Aksi gotong royong tersebut berlangsung di Kampung Karang Mulya, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Jumat (3/7/2026). Warga bahu-membahu mengosongkan jalur yang akan dilalui alat berat sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan normalisasi Sungai Karangantu yang selama ini mengalami pendangkalan cukup parah.
Pendangkalan Hambat Aktivitas Nelayan
Selama bertahun-tahun, sedimentasi yang terjadi di Sungai Karangantu menjadi keluhan utama para nelayan. Endapan lumpur yang semakin tebal membuat alur pelayaran menyempit dan dangkal sehingga kapal-kapal nelayan kesulitan keluar masuk muara, terutama saat air surut.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas melaut karena nelayan harus menunggu pasang atau mencari jalur alternatif yang lebih aman.
Melihat kondisi itu, para pemilik kapal memilih mendukung penuh program normalisasi dengan membongkar sendiri kapal-kapal tua yang sudah tidak digunakan agar tidak menghambat proses pengerukan.
Nelayan Bongkar Perahu Secara Sukarela
Salah seorang nelayan, Muhtadi, mengatakan pembongkaran bangkai kapal dilakukan atas kesadaran masing-masing pemilik kapal tanpa adanya paksaan.
Menurutnya, keberhasilan normalisasi akan memberikan manfaat besar bagi seluruh nelayan yang setiap hari menggunakan alur Sungai Karangantu.
"Supaya pengerukannya lancar. Saya juga bongkar perahu sendiri supaya tidak memperlambat pekerjaan. Sungai ini sudah terlalu dangkal, jadi kami merasa sangat terbantu dengan adanya pengerukan," ujar Muhtadi.
Ia berharap setelah pengerukan selesai, kapal-kapal nelayan dapat kembali beroperasi dengan lebih mudah sehingga aktivitas penangkapan ikan menjadi lebih lancar.
Warga Dukung Tanpa Ganti Rugi
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Banten, Koko Abdul Kodir, SH, mengatakan masyarakat mendukung penuh program normalisasi karena manfaatnya akan dirasakan langsung oleh para nelayan.
Ia menjelaskan, pembongkaran bangkai kapal, pemindahan bangkalan, hingga pembersihan lokasi dilakukan secara sukarela setelah masyarakat memahami tujuan dari proyek tersebut.
"Tidak ada ganti rugi. Pemilik kapal dan nelayan melakukannya dengan kesadaran sendiri karena pengerukan ini untuk kepentingan mereka juga sebagai pengguna alur Karangantu," kata Koko.
Menurutnya, semangat gotong royong masyarakat menjadi bukti bahwa warga menginginkan Sungai Karangantu kembali berfungsi optimal sebagai jalur transportasi perahu nelayan.
Alat Berat Mulai Bekerja
Selain membongkar bangkai kapal, masyarakat juga membersihkan area sekitar lokasi pengerukan agar alat berat dapat bergerak lebih leluasa.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat proses normalisasi sehingga target pengerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Koko mengatakan, warga siap terus mendukung pelaksanaan proyek hingga seluruh pekerjaan selesai.
"Kami ingin proses normalisasi berjalan lancar karena dampaknya sangat besar bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan," ujarnya.
Dukung Perikanan dan Pariwisata
Normalisasi Sungai Karangantu tidak hanya bertujuan mengatasi pendangkalan, tetapi juga mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan alur sungai yang lebih dalam dan lebar, akses keluar masuk kapal nelayan akan menjadi lebih mudah sehingga distribusi hasil tangkapan ikan diharapkan meningkat.
Selain itu, penataan kawasan juga diproyeksikan mampu mendukung pengembangan kawasan wisata Karangantu yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata bahari di Kota Serang.
Pengerukan Sepanjang 1,5 Kilometer
Saat ini, penanganan darurat difokuskan di kawasan muara dengan panjang pengerjaan sekitar 1 hingga 1,5 kilometer.
Selain melakukan pengerukan sedimentasi, pemerintah juga akan melakukan pelebaran badan sungai, penguatan tebing penahan longsor, serta penataan bantaran sungai.
Dalam tahap selanjutnya, kawasan bantaran Sungai Karangantu juga direncanakan dilengkapi dengan ruang terbuka hijau (RTH) untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata, nyaman, dan mendukung aktivitas masyarakat.
Melalui normalisasi ini, diharapkan Sungai Karangantu kembali berfungsi optimal sebagai jalur transportasi nelayan, mampu mengurangi risiko banjir akibat pendangkalan, sekaligus menjadi kawasan pesisir yang lebih produktif dan menarik bagi sektor perikanan maupun pariwisata di Kota Serang.

.gif)