PANDEGLANG KONTAK BANTEN – Pengurus Besar (PB) Mathla'ul Anwar secara resmi melepas 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026 di 14 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Program yang mengusung tema "Smart Village Berbasis Halal" ini akan berlangsung selama satu bulan dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa.
Pelepasan mahasiswa dilakukan oleh Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar, Dr. KH. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., di Gedung Serba Guna H.M. Irsyad Djuwaeli, UNMA Banten, Rabu (22/7/2026).
KKN Difokuskan pada Pemberdayaan Desa
Ketua Pelaksana KKN, Dr. Nenden Suciyati Sartika, M.Pd., mengatakan seluruh peserta akan diterjunkan ke 14 desa dengan menyusun program kerja yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat di lokasi masing-masing.
Program KKN Tematik tahun ini menitikberatkan pada pembangunan desa melalui inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi dan potensi lokal berbasis konsep halal.
Ketua PB: KKN Bukan Sekadar Kewajiban Akademik
Dalam arahannya, Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar, KH. Jazuli Juwaini, menegaskan bahwa KKN merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus sarana pembentukan karakter dan kepemimpinan.
"KKN merupakan bentuk pengabdian kepada Allah SWT melalui pelayanan kepada masyarakat. Mahasiswa akan belajar memahami persoalan nyata di tengah masyarakat sehingga terbentuk kepekaan sosial, kepemimpinan, dan karakter sebagai intelektual yang bermanfaat bagi umat," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Mathla'ul Anwar memiliki sejarah panjang sebagai organisasi pendidikan yang telah berdiri lebih dari satu abad. Karena itu, seluruh sivitas akademika diminta memiliki visi besar untuk meningkatkan kualitas UNMA agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Jazuli, visi "MA Naik Level" harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi, serta perluasan jejaring kerja sama, termasuk rencana pembukaan kampus baru di Pontianak dan Karawang.
Mahasiswa Diminta Menjadi Duta Kampus
Rektor UNMA Banten, Prof. Dr. Andriansyah, M.Si., mengatakan mahasiswa akan tinggal bersama masyarakat selama satu bulan. Karena itu, mereka diminta mampu beradaptasi, menjaga etika, serta menjadi representasi yang baik bagi kampus.
"KKN bukan hanya tempat mengimplementasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, kepemimpinan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan masyarakat secara langsung," katanya.
Rektor juga meminta para dosen pembimbing lapangan aktif mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan program agar kegiatan berjalan optimal.
UNMA Catat Sejumlah Prestasi
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan sejumlah capaian UNMA Banten. Di antaranya, menjadi satu-satunya perguruan tinggi di wilayah selatan Banten yang mengikuti program KKN Internasional di Malaysia.
Selain itu, pada tahun 2026 sebanyak 13 kelompok dosen berhasil meraih Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dari Kemendiktisaintek, sebagai bukti meningkatnya kualitas akademik dosen UNMA.
Pemkab Pandeglang Apresiasi Program KKN
Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang, Asep Rahmat, mengapresiasi kontribusi UNMA Banten dalam mendukung pembangunan daerah melalui program KKN dan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada dosen penerima Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek Tahun 2026, serta penyerahan Hibah Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Melalui KKN Tematik bertema Smart Village Berbasis Halal, UNMA Banten berharap kehadiran mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan desa, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

.gif)