![]() |
Suasana rapat
koordinasi persiapan penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah
(MPLS) bagi Sekolah Rakyat, di Ruang Rapat Sekolah Rakyat Kecamatan
Cadasari, Jumat (27/7/2026).(Istimewa) |
PANDEGLANG, KONTAK BANTEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi Sekolah Rakyat (SR) yang akan digelar pada 31 Juli 2026. Persiapan dilakukan secara menyeluruh agar program pendidikan bagi masyarakat tersebut dapat berjalan optimal sejak hari pertama.
Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, bersama jajaran Kementerian terkait, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, serta pihak pengelola Sekolah Rakyat di Ruang Rapat Sekolah Rakyat Kecamatan Cadasari, Jumat (17/7/2026).
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kesepakatan Tim Transisi yang telah menyusun berbagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan teknis menjelang dimulainya kegiatan MPLS.
Dalam arahannya, Bupati Dewi Setiani menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh kesiapan ruang kelas maupun tenaga pendidik. Menurutnya, program tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor karena mencakup layanan pendidikan yang terintegrasi dengan aspek kesehatan, perlindungan sosial, hingga pendampingan bagi peserta didik.
"Program Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang harus mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah harus memahami dan menjalankan tugas sesuai peran masing-masing. Saya akan terus melakukan monitoring dan evaluasi agar seluruh tahapan, baik pembangunan maupun pelaksanaan MPLS, dapat berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan," ujar Dewi Setiani dalam siaran pers yang diterima.
Bupati juga meminta seluruh instansi terkait memastikan seluruh kebutuhan dasar peserta didik telah terpenuhi sebelum kegiatan belajar dimulai. Mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, pelayanan kesehatan, dukungan sosial, hingga sistem pendampingan harus dipastikan berjalan secara terpadu.
Menurutnya, kesiapan tersebut penting agar para siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dalam kondisi aman, nyaman, dan kondusif sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Pandeglang, Siwi Astuti, menjelaskan bahwa kegiatan MPLS dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 450 siswa yang berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Ia optimistis koordinasi lintas sektor yang terus dilakukan akan mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Kami berharap melalui sinergi seluruh pihak, pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman awal yang baik bagi seluruh peserta didik," kata Siwi Astuti.
Melalui persiapan yang terus dimatangkan, Pemkab Pandeglang berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu program pendidikan yang mampu memperluas akses layanan pendidikan berkualitas bagi masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pandeglang.

.gif)