LEBAK, KONTAK BANTEN – Warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, bergotong royong membangun jembatan permanen yang menghubungkan Kecamatan Cihara dan Kecamatan Panggarangan secara swadaya. Langkah tersebut dilakukan karena selama sekitar lima tahun jembatan yang menjadi akses utama masyarakat itu mengalami kerusakan parah tanpa adanya perbaikan dari pemerintah.
Jembatan yang berada di wilayah Desa Mekarsari tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas warga di dua kecamatan. Meski telah beberapa kali diusulkan untuk dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten, hingga kini belum ada realisasi.
Kepala Desa Mekarsari, Ade Suhendar, mengatakan keputusan membangun jembatan secara swadaya diambil karena kondisinya sudah membahayakan keselamatan pengguna jalan.
"Iya, itu dibangun permanen dari hasil swadaya masyarakat Desa Mekarsari. Dan itu perbatasan dua kecamatan," ujar Ade saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Kamis (16/7).
Menurut Ade, kerusakan jembatan telah berlangsung sekitar lima tahun. Selama itu pula masyarakat yang melintas, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil, selalu dihantui rasa khawatir karena kondisi jembatan yang sudah rapuh.
"Rusak parah sudah sekitar lima tahun. Mobil dan motor yang lewat juga takut ambruk. Jembatan yang kini dibangun warga memiliki panjang sekitar 12 meter dengan lebar 3 meter," jelasnya.
Ia menegaskan, jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai akses masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perekonomian, hingga aktivitas sehari-hari. Karena itu, warga sepakat menggalang dana dan tenaga untuk membangun jembatan permanen tanpa menunggu bantuan pemerintah.
"Akses ini sangat vital, makanya warga berinisiatif swadaya. Sampai sekarang proses pembangunannya masih berlangsung," katanya.
Ade juga mengungkapkan bahwa pemerintah desa tidak tinggal diam. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari mengirim proposal hingga melakukan komunikasi langsung kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Provinsi Banten agar pembangunan jembatan dapat dibiayai melalui APBD.
Namun, seluruh usulan tersebut belum membuahkan hasil.
"Tidak ada tanggapan sama sekali. Kita sudah berusaha, lewat proposal maupun diskusi secara langsung," tegasnya.
Pembangunan jembatan secara swadaya ini menjadi bukti kuat semangat gotong royong masyarakat Desa Mekarsari dalam menjaga akses transportasi yang menjadi urat nadi kehidupan warga. Meski demikian, masyarakat tetap berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Lebak.

.gif)