< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

2.237 Pencari Kerja di Cilegon Terdata, Lulusan SMA dan SMK Paling Banyak

Jumat, 07 Agustus 2026 | Jumat, Agustus 07, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-07T11:51:16Z

 


 

KOTA CILEGON KONTAK BANTEN Lulusan SMA dan SMK masih mendominasi jumlah pencari kerja di Kota Cilegon. Hingga Juli 2026, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon mencatat sebanyak 2.237 pencari kerja melalui kartu AK-1.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.252 orang merupakan lulusan SMA dan SMK. Sementara pencari kerja yang berhasil ditempatkan bekerja baru mencapai 1.136 orang.

Artinya, masih terdapat sekitar 1.101 pencari kerja yang belum terserap ke dunia kerja.

Data Disnaker Kota Cilegon juga menunjukkan lulusan SMA dan SMK menjadi kelompok pendidikan dengan jumlah penempatan kerja terbanyak. Tercatat sebanyak 857 lulusan SMA dan SMK berhasil memperoleh pekerjaan.

Meski demikian, angka penempatan tersebut dinilai belum mampu mengimbangi jumlah pencari kerja yang terus bertambah.

Pemkot Cilegon Akan Pelajari Data Pencari Kerja

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu mempelajari data pencari kerja sebelum memberikan tanggapan lebih lanjut.

“Nanti saya cek dulu,” ujarnya singkat.

DPRD Minta Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Diperkuat

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cilegon Qoidatul Sitta menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Cilegon.

Menurutnya, sebagai daerah yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri besar, Cilegon seharusnya mampu menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat lokal.

“Data Disnaker Kota Cilegon sampai Juli 2026 menunjukkan ada 2.237 pencari kerja yang tercatat melalui AK-1, sementara yang berhasil ditempatkan bekerja sebanyak 1.136 orang. Artinya, masih ada lebih dari seribu pencari kerja yang belum memperoleh pekerjaan,” kata Sitta.

Meski demikian, Sitta mengapresiasi capaian penempatan tenaga kerja yang telah menembus lebih dari 1.000 orang. Terlebih, lulusan SMA dan SMK menjadi kelompok pendidikan yang paling banyak terserap oleh dunia industri.

“Hal ini menunjukkan bahwa dunia industri masih memberikan ruang bagi tenaga kerja dengan pendidikan menengah,” ujarnya.

Penempatan Kerja Perlu Dievaluasi

Namun, Sitta mengingatkan capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah cepat berpuas diri. Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program penempatan tenaga kerja yang telah dilakukan.

“Perlu dievaluasi apakah penempatan kerja tersebut benar-benar didominasi oleh warga Kota Cilegon, bagaimana kualitas pekerjaan yang diperoleh, serta apakah penyerapan tenaga kerja itu mampu mengimbangi pertambahan jumlah pencari kerja setiap tahunnya,” tuturnya.

Menurut Sitta, Pemkot Cilegon perlu memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan industri. Selain itu, pelatihan kerja juga harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar keterampilan tenaga kerja lokal semakin relevan.

Ia juga mendorong pemerintah memastikan implementasi berbagai kebijakan ketenagakerjaan benar-benar berpihak kepada tenaga kerja lokal.

“Dengan demikian, keberadaan industri di Cilegon benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka pengangguran,” pungkasnya.(TIMONE

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update