![]() |
| ILUTRASI |
TANGSEL KONTAK BANTEN – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin menjadi perhatian serius. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangsel mengungkap adanya kecenderungan usia pengguna narkotika yang semakin muda.
Kondisi yang paling mengkhawatirkan, narkotika jenis ganja sintetis atau sinte disebut mulai menyasar anak-anak usia sekolah, termasuk pelajar setingkat sekolah menengah pertama (SMP).
Ketua Tim Pencegahan BNN Kota Tangsel, Syamsul Arifin, mengatakan ganja sintetis saat ini menjadi salah satu jenis narkotika yang cukup marak ditemukan berdasarkan pengamatan pihaknya.
“Kalau berdasarkan pengamatan kami, ini lagi marak ganja sinte,” ujar Syamsul saat dikonfirmasi, Minggu (30/8/2026).
Pengguna Narkoba Semakin Muda
Syamsul mengatakan perkembangan tersebut menjadi perhatian karena penyalahgunaan narkotika kini tidak hanya terjadi pada kalangan dewasa maupun remaja tingkat atas.
Menurutnya, anak-anak setingkat SMP sudah mulai terpapar penyalahgunaan ganja sintetis.
“Sekarang cenderung lebih muda, bahkan anak-anak setingkat SMP sudah ditemukan menggunakan sinte,” katanya.
Ia menjelaskan, usia remaja merupakan salah satu fase yang rentan terhadap penyalahgunaan narkotika. Rasa ingin tahu dan keinginan mencoba hal baru dapat membuat anak mudah terpengaruh lingkungan pergaulannya.
“Lebih ke usia rawan, mulai SMP sudah mulai coba-coba mereka,” ungkapnya.
Pergaulan hingga Keluarga Jadi Faktor Risiko
BNN Tangsel menilai penyalahgunaan narkotika pada anak dan remaja tidak disebabkan satu faktor saja.
Syamsul menyebut pergaulan, lingkungan, kondisi keluarga, hingga karakter pribadi dapat memengaruhi seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
“Pergaulan, lingkungan, keluarga, itu semua saling berpengaruh. Di samping memang dirinya sendiri, karakter kurang kuat, terpengaruh, terbujuk oleh oknum sehingga dia mau menggunakan narkotika,” jelasnya.
Karena itu, pencegahan dinilai membutuhkan keterlibatan orang tua, lingkungan sekolah, masyarakat, hingga berbagai sektor terkait.
Pondok Aren Disebut Zona Merah Narkoba
Dari sisi wilayah, Pondok Aren menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian BNN Tangsel terkait penyalahgunaan narkotika.
Ketika ditanya mengenai wilayah yang masuk kategori zona merah narkoba di Tangsel, Syamsul menyebut Pondok Aren.
“Pondok Aren,” kata Syamsul.
Namun, ia menegaskan persoalan narkotika tidak semata-mata berkaitan dengan wilayah tertentu. Pencegahan tetap perlu dilakukan secara menyeluruh agar peredaran dan penyalahgunaan narkotika tidak semakin meluas.
BNN Tangsel Jalankan Program Kelurahan Bersinar
Untuk menekan penyalahgunaan dan peredaran narkotika, BNN Kota Tangsel tidak hanya mengandalkan upaya penindakan.
Program pencegahan dengan melibatkan masyarakat juga terus dilakukan. Salah satunya melalui Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar).
Pada tahun 2026, program tersebut akan dilaksanakan di Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara.
“Di tahun ini akan kita laksanakan di Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara,” papar Syamsul.
Program Kelurahan Bersinar diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat di tingkat lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan sekaligus memutus mata rantai peredaran narkotika.
BNN Ajak Masyarakat Peduli Bahaya Narkoba
Syamsul mengatakan salah satu tantangan terbesar dalam pencegahan narkotika adalah membangun kepedulian dan kesadaran masyarakat.
Terlebih, saat penyalahgunaan narkotika mulai menyentuh anak-anak usia sekolah, diperlukan perhatian bersama dari seluruh elemen masyarakat.
“Tantangan kita adalah menegakkan kepedulian masyarakat, kesadaran masyarakat terkait bahaya narkotika ini. Jadi kalau semua masyarakat aware, semua peduli, paham dan sadar pasti akan berkurang. Bersama-sama semua sektor harus mendukung,” pungkasnya.(INA TIM0

.gif)