SERANG, KONTAK BANTEN – Menjadi pemimpin bukan sekadar memiliki jabatan atau berada di posisi terdepan. Seorang pemimpin dituntut mampu menjadi teladan, memberikan manfaat, serta menghadirkan perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu poin utama dalam Diklatpim Yayasan Al-Izzah Serang Tahun 2026 yang mengusung tema “Lead With Impact”. Kegiatan digelar di Le Semar Hotel, Serang, Sabtu (22/8/2026).
Diklatpim tersebut menjadi bagian dari upaya Yayasan Al-Izzah Serang meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus menanamkan nilai-nilai kepemimpinan kepada para peserta.
Peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai teori kepemimpinan, tetapi juga diajak melihat bagaimana kepemimpinan dapat diwujudkan melalui tindakan, integritas, dan kontribusi nyata.
Najib Hamas: Pemimpin Harus Memberikan Manfaat
Wakil Bupati Serang H.M. Najib Hamas, S.E., M.M., menekankan bahwa kepemimpinan tidak seharusnya diukur hanya berdasarkan jabatan atau posisi seseorang.
Menurutnya, kualitas seorang pemimpin justru terlihat dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
“Kepemimpinan bukan hanya tentang posisi atau jabatan. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang mampu memberikan manfaat, menjadi teladan, dan menghadirkan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Najib.
Ia menilai kegiatan Diklatpim menjadi ruang penting untuk membangun kapasitas sekaligus karakter calon pemimpin.
Najib juga mendorong peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan diri.
Menurutnya, tantangan masa depan membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, tanggung jawab, serta keberanian untuk mengambil peran.
Al-Izzah Siapkan SDM Berkarakter
Ketua Yayasan Al-Izzah Serang, Dr. Muhammad Arifin, S.Ag., M.SI., mengatakan Diklatpim merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul sekaligus memiliki karakter kepemimpinan.
Menurutnya, tema “Lead With Impact” menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak berhenti pada kemampuan memberikan arahan kepada orang lain.
Kepemimpinan harus tercermin melalui sikap, integritas, tanggung jawab, kemampuan berkolaborasi, serta keberanian mengambil langkah yang memberikan manfaat.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Namun, kepemimpinan harus diwujudkan melalui integritas, tanggung jawab, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian untuk memberikan dampak yang baik,” kata Muhammad Arifin.
Diklatpim Jadi Ruang Belajar dan Bertukar Pengalaman
Muhammad Arifin menilai pendidikan dan pembinaan memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman.
Karena itu, Diklatpim Yayasan Al-Izzah Serang diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan, tetapi juga ruang bagi peserta untuk belajar, berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menemukan cara memberikan kontribusi di lingkungan masing-masing.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai bidang, di antaranya Wakil Bupati Serang H.M. Najib Hamas, Ketua Yayasan Al-Izzah Serang Dr. Muhammad Arifin, serta Kepala Badan Pengembangan Prestasi Guru dan Siswa JSIT Indonesia, Suhartono, M.Pd.
Kehadiran para narasumber memberikan perspektif beragam kepada peserta mengenai pentingnya membangun karakter, meningkatkan kapasitas diri, dan menjadi pemimpin yang mampu memberikan dampak nyata.
Melalui Diklatpim 2026, Yayasan Al-Izzah Serang mendorong lahirnya calon pemimpin yang tidak hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga mampu menjadi teladan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

.gif)