KOTA SERANG KONTAK BANTEN– Perekonomian Provinsi Banten tumbuh 5,49 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Triwulan II 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja industri pengolahan yang masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Statistisi Ahli Madya BPS Banten, Awang Pramila, mengatakan konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Banten dengan kontribusi mencapai 2,81 persen.
“Momentum Hari Raya Iduladha dan libur sekolah menjadi faktor yang mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga, terutama pada kelompok makanan dan minuman, transportasi, serta akomodasi,” ujar Awang dalam konferensi pers, Jumat (7/8/2026).
Investasi Berkontribusi 1,74 Persen
Selain konsumsi rumah tangga, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Banten.
Awang mencatat PMTB memberikan kontribusi sebesar 1,74 persen, sementara ekspor neto menyumbang 0,56 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Banten pada periode tersebut.
Kinerja sejumlah sektor usaha juga menunjukkan pertumbuhan positif dan turut menopang perekonomian daerah.
Industri Pengolahan Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Banten
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten, yakni mencapai 30,36 persen.
“Industri pengolahan masih menjadi tulang punggung perekonomian Banten, didukung oleh industri tekstil, kimia, karet, serta kulit dan alas kaki,” kata Awang.
Selain industri pengolahan, sektor konstruksi juga mencatat pertumbuhan cukup tinggi, yakni 7,35 persen. Sementara sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh sebesar 5,03 persen.
Lapangan Kerja Formal Jadi Tantangan
Meski mencatat pertumbuhan ekonomi positif, BPS Banten menilai masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian, terutama terkait peningkatan lapangan kerja formal.
Pertumbuhan ekonomi diharapkan mampu diikuti dengan peningkatan kesempatan kerja yang dapat menyerap lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi.
“Pertumbuhan ekonomi harus terus diikuti dengan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tutup Awang.(HH)

.gif)