< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Kampung Hortikultura Sukabares Diluncurkan, Pemkab Serang Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Warga

Minggu, 23 Agustus 2026 | Minggu, Agustus 23, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-23T00:12:43Z

 

Suasana peninjauan Kampung Hortikultura di Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, dalam rangka mendorong ketahanan pangan daerah, Sabtu 22 Agustus 2026.

 

KABUPATEN SERANG KONTAK BANTEN  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mengapresiasi peluncuran Kampung Hortikultura di Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Sabtu (22/8/2026).

Program yang melibatkan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Kementerian Pertanian tersebut dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan yang belum produktif menjadi sumber pangan dan pendapatan masyarakat.

Pemkab Serang berharap Kampung Hortikultura di Desa Sukabares tidak hanya menjadi program percontohan, tetapi dapat dikembangkan dan direplikasi di desa-desa lainnya.

Bupati Serang: Pertanian Jadi Kekuatan Daerah

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, Kabupaten Serang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan selama ini menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Banten.

Menurutnya, pengembangan sektor hortikultura dapat melengkapi potensi pertanian yang sudah berkembang di Kabupaten Serang. Komoditas hortikultura juga memiliki peluang untuk memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

“Ini sesuatu yang luar biasa dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di wilayah kita. Kalau pangan kita kuat, insya Allah rakyat kita juga akan terjamin dan sejahtera,” ujar Ratu.

Ia berharap keberadaan Kampung Hortikultura tidak berhenti di Desa Sukabares. Program tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa lain untuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif.

Libatkan Perempuan dalam Penguatan Pangan

Ratu menilai keberhasilan program membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, IWAPI, masyarakat, Kementerian Pertanian, serta berbagai pihak lainnya.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam pengembangan sektor pangan memiliki peran penting. Gerakan perempuan dalam bidang pertanian diharapkan dapat mendorong organisasi perempuan lainnya untuk ikut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan.

Ratu juga mengapresiasi IWAPI yang telah menginisiasi Kampung Hortikultura sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan perempuan sekaligus penguatan pangan masyarakat.

IWAPI Targetkan Kampung Hortikultura di Berbagai Daerah

Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi mengatakan, Kampung Hortikultura merupakan bagian dari gerakan perempuan pangan yang dikembangkan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Nita, ketersediaan pangan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sehingga harus mendapat perhatian bersama. Karena itu, IWAPI menargetkan pengembangan Kampung Hortikultura di berbagai daerah dengan menyesuaikan potensi pertanian masing-masing wilayah.

Program tersebut akan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menghasilkan berbagai komoditas pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Namun, Nita mengakui salah satu tantangan yang dihadapi perempuan dalam mengembangkan sektor pertanian adalah keterbatasan kepemilikan lahan.

Karena itu, diperlukan dukungan keluarga dan pemerintah daerah untuk menyediakan maupun mengoptimalkan lahan yang tersedia.

“Lahan tidur milik pemerintah daerah maupun pihak lainnya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan Kampung Hortikultura,” ujarnya.

Kementan Siap Dukung Pengembangan Program

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule menyampaikan apresiasi terhadap gerakan perempuan pangan yang digagas IWAPI.

Kementerian Pertanian menyatakan siap mendukung pengembangan Kampung Hortikultura sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan nasional.

Menurutnya, pemanfaatan lahan yang selama ini belum produktif dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produksi pangan. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, hasil hortikultura juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi warga.

Kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi kunci agar program tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sukabares Diharapkan Jadi Percontohan

Pemkab Serang berharap Kampung Hortikultura Desa Sukabares dapat menjadi model yang diterapkan di desa-desa lainnya.

Perluasan program diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Pemerintah daerah akan mendorong sinergi dengan IWAPI, Kementerian Pertanian dan berbagai pihak terkait untuk memperluas pengembangan Kampung Hortikultura.

Dengan optimalisasi lahan dan penguatan sektor pangan, masyarakat diharapkan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal

Poin Penting

  • Lokasi: Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang.
  • Program: Kampung Hortikultura.
  • Peluncuran: Sabtu, 22 Agustus 2026.
  • Penggagas: IWAPI dengan dukungan Kementerian Pertanian.
  • Tujuan: Memperkuat ketahanan pangan dan memanfaatkan lahan tidak produktif.
  • Target: Menjadi proyek percontohan dan direplikasi di desa lain.
  • Dampak yang diharapkan: Produksi pangan meningkat, masyarakat lebih mandiri, dan ekonomi lokal berkembang.

.(KKM)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update