< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 124.688, Pekan ke-30 Capai 4.591 Kasus

Senin, 10 Agustus 2026 | Senin, Agustus 10, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-10T11:04:30Z

 


 

TANGSEL KONTAK BANTEN  — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Hingga pekan ke-30 tahun 2026, jumlah kumulatif kasus ISPA di wilayah tersebut telah mencapai 124.688 kasus.

Kondisi itu membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel memperkuat pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), sekaligus mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca panas dan musim kemarau.

Kepala Dinkes Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, berdasarkan pemantauan SKDR, kasus ISPA mingguan mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.

“Kasus mingguan yang dipantau melalui SKDR ISPA ada kenaikan,” ujar Allin, Minggu (9/8).

Data Dinkes Tangsel mencatat, pada pekan ke-27 terdapat 3.028 kasus ISPA. Angka tersebut kemudian meningkat cukup tajam menjadi 4.316 kasus pada pekan ke-28.

Kasus sempat mengalami penurunan pada pekan ke-29 menjadi 3.832 kasus. Namun, jumlahnya kembali melonjak pada pekan ke-30 dengan 4.591 kasus.

Allin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama cuaca panas dan musim kemarau dengan menerapkan berbagai langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan.

Menurutnya, kondisi panas dan kemarau tidak hanya berpotensi meningkatkan gangguan pernapasan, tetapi juga dapat memicu masalah kesehatan lainnya. Paparan suhu tinggi dalam waktu lama, misalnya, dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan akibat panas atau heat exhaustion, hingga heat stroke yang membutuhkan penanganan medis segera.

Sejumlah gejala yang perlu diwaspadai antara lain keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, jantung berdebar atau denyut nadi meningkat, kulit pucat, kram pada kaki maupun perut, mual, muntah, dan pusing.

Masyarakat juga diminta memperhatikan berkurangnya frekuensi buang air kecil serta perubahan warna urine menjadi kuning pekat. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda tubuh mengalami kekurangan cairan.

Selain ISPA, Dinkes Tangsel juga meningkatkan pemantauan terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi mengalami peningkatan selama musim kemarau.

“Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan terus memperkuat kewaspadaan melalui SKDR untuk memantau potensi peningkatan penyakit akibat cuaca panas dan musim kemarau, seperti ISPA, diare akut, dan DBD,” kata Allin.

Ia meminta masyarakat tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan kesehatan, terutama jika gejala yang dirasakan tidak kunjung membaik.

“Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala akibat cuaca panas yang tidak kunjung membaik,” ujarnya.

DPRD Minta Pencegahan Diperkuat

Meningkatnya kasus ISPA juga mendapat perhatian dari DPRD Tangsel. Ketua Komisi II DPRD Tangsel Ricky Yuanda Bastian mengatakan, pihaknya telah memperoleh informasi dari Dinkes mengenai peningkatan kasus tersebut.

Menurut Ricky, langkah pencegahan dan deteksi dini perlu diperkuat dari lini terbawah, termasuk puskesmas dan kader Posyandu.

“Kami berharap kemudian menyampaikan ke Dinkes agar pertama tim kesehatan di lini terbawah mungkin Puskesmas, kader Posyandu itu peka terhadap kondisi lingkungan dan siap siaga terkait dengan masyarakat yang mungkin membutuhkan pengobatan yang ada di tingkat bawah,” ungkap Ricky.

Selain memastikan kesiapan layanan kesehatan, Ricky mendorong Dinkes memperbanyak sosialisasi mengenai pencegahan ISPA kepada masyarakat.

Edukasi tersebut dinilai penting agar warga memahami langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan maupun gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan selama musim kemarau.

“Kemudian yang kedua kami juga mengimbau ke Dinkes untuk bisa melakukan promosi terkait waspada penyakit ISPA yang merebak. Artinya promosi ini lebih kepada mungkin kesiapsiagaan warga Tangsel untuk bisa menghadapi maraknya penyakit ISPA,” paparnya.

Ricky juga mendorong adanya kampanye penggunaan masker, khususnya saat masyarakat beraktivitas di luar ruangan, serta mengingatkan warga untuk segera menghubungi fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.

“Mungkin sosialisasi menggunakan masker di luar ruangan dan seterusnya, dan juga kemudian mengkampanyekan atau promosikan apabila terjadi hal yang dirasa mengganggu sistem kesehatan dapat menghubungi unit kesehatan puskesmas dan sarana kesehatan lainnya,” lanjutnya.

Menurut Ricky, kondisi kemarau panjang menjadi salah satu alasan kewaspadaan terhadap ISPA dan penyakit lainnya perlu ditingkatkan. Kekeringan dan cuaca panas, kata dia, tidak hanya terjadi di Tangsel, tetapi juga dirasakan di sejumlah daerah lainnya.

DPRD Tangsel pun akan terus memantau perkembangan kasus bersama Dinkes. Evaluasi secara berkala dinilai diperlukan untuk mengetahui apakah peningkatan kasus masih dapat ditangani di tingkat daerah atau membutuhkan langkah lebih lanjut.

“Sambil paralel nanti kami coba berkala menanyakan kepada Dinkes untuk mengevaluasi kejadian ini, apakah perlu penanganan atau mungkin perlu kita eskalasi, kita juga perlu data pembanding dari tetangga baik Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, atau bahkan DKI yang dekat dengan kita apakah tren ini sudah sama atau belum,” bebernya.

Jika peningkatan kasus ternyata terjadi secara luas dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, DPRD Tangsel membuka kemungkinan mendorong persoalan tersebut untuk dieskalasi ke pemerintah pusat.

“Kalau memang sama berarti kita coba eskalasi permasalahan ini ke tingkat yang lebih atas ke pemerintah pusat,” pungkas Ricky.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update