< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Legislator Partai Gerindra Kawal Sekolah Rakyat Dorong Pemenuhan Guru dan Pastikan Tepat Sasaran

Rabu, 26 Agustus 2026 | Rabu, Agustus 26, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-26T01:22:14Z

 


 

JAKARTA KONTAK BANTEN – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Longki Djanggola, meminta pemerintah memastikan Program Sekolah Rakyat benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurut Longki, keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya diukur dari pembangunan gedung sekolah. Ketersediaan guru yang cukup dan berkualitas, sarana pendukung, serta mekanisme penerimaan siswa juga harus menjadi perhatian.

“Tak hanya soal pembangunan gedung, keberhasilan program tersebut juga harus ditopang tenaga pendidik yang cukup dan berkualitas,” kata Longki saat melakukan kunjungan pengawasan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SMP) 22 Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (25/8/2026).

Tinjau Langsung Sekolah Rakyat Sigi

Dalam kunjungan tersebut, Longki melihat langsung kegiatan pembelajaran dan kondisi siswa yang saat ini masih menggunakan fasilitas Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Kementerian Sosial.

Para siswa nantinya akan menempati kompleks Sekolah Rakyat permanen yang sedang dibangun di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi.

“Nantinya, para siswa akan menempati kompleks Sekolah Rakyat permanen yang saat ini tengah dibangun di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi,” jelasnya.

Mantan Gubernur Sulawesi Tengah itu mengatakan, kunjungan lapangan merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai anggota DPR RI sekaligus kader Partai Gerindra.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan program yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

“Ini merupakan tugas dan kewajiban kami sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus sebagai kader Gerindra. Kami harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo betul-betul tepat sasaran kepada masyarakat yang memang layak menerimanya,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Diharapkan Tekan Angka Putus Sekolah

Longki menilai Program Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang terkendala kondisi ekonomi.

Program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tetap mendapatkan pendidikan sekaligus membantu menekan angka putus sekolah.

“Jangan sampai masih ada anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena persoalan ekonomi. Dengan adanya Sekolah Rakyat, kita berharap tidak ada lagi alasan anak tidak bisa sekolah karena tidak mampu,” tegasnya.

Ia menilai kondisi ekonomi keluarga tidak seharusnya menjadi faktor yang menentukan masa depan pendidikan seorang anak. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kebijakan pendidikan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.

Namun, Longki mengingatkan pembangunan Sekolah Rakyat tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah gedung dan peserta didik yang dapat ditampung.

“Kualitas pembelajaran, sarana pendukung, mekanisme penerimaan siswa hingga ketersediaan guru juga harus mendapatkan perhatian,” katanya.

Sekolah Rakyat Sigi Ditargetkan Tampung 2.000 Siswa

Wakil Kepala Sekolah Rakyat Sigi, Azizah Nur Isnaeni, mengatakan kompleks Sekolah Rakyat permanen di Desa Pombewe ditargetkan mampu menampung hingga 2.000 peserta didik.

Para siswa tersebut akan berasal dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Saat ini proses rekrutmen peserta didik untuk ketiga jenjang tersebut masih berlangsung.

“Target Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi, khususnya di Desa Pombewe, sebanyak 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA,” jelas Azizah.

Ia berharap pembangunan kompleks sekolah permanen tersebut dapat segera diselesaikan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan fasilitas yang lebih memadai.

Menurut Azizah, keberadaan Sekolah Rakyat sangat membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu dan berpotensi mengurangi angka putus sekolah.

“Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera selesai. Program ini sangat membantu dan kami melihat Sekolah Rakyat dapat mengurangi angka anak putus sekolah,” ujarnya.

Azizah juga mengapresiasi pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang dinilai membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan.

Dengan selesainya kompleks permanen di Desa Pombewe, proses pembelajaran diharapkan semakin optimal karena didukung fasilitas dan sarana pendidikan yang lebih lengkap.(TIM

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update