< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

UPDATE Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Korban Tewas Bertambah Jadi 5 Orang, 227 Penumpang Selamat

Senin, 03 Agustus 2026 | Senin, Agustus 03, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-03T01:47:36Z

 



JAKARTA KONTAK  BANTEN – Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya lima orang meninggal dunia, sementara 227 penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kebakaran yang melanda hampir seluruh bagian kapal memicu kepanikan. Banyak penumpang terpaksa menyelamatkan diri dengan melompat ke laut sebelum akhirnya dievakuasi oleh kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi.

Kebakaran Terjadi Pagi Hari

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan informasi mengenai kebakaran diterima petugas siaga pada pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak.

Berdasarkan laporan awal yang diterima dari perusahaan pelayaran, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB berdasarkan keterangan nakhoda kapal.

"Berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, kebakaran kapal terjadi sekitar pukul 06.00–07.00 WIB. Informasi itu diperoleh dari nakhoda. Namun, setelah itu nakhoda tersebut tidak dapat dihubungi kembali," ujar Nanang.

Saat ditemukan, kondisi kapal dilaporkan hampir terbakar habis. Para penumpang berkumpul di bagian anjungan dan haluan sebelum banyak di antaranya memilih melompat ke laut demi menyelamatkan diri.

Angkut Ratusan Penumpang dan Kendaraan

KMP Mutiara Sentosa II diketahui mengangkut 140 truk, 25 mobil, 15 sepeda motor, serta satu alat berat.

Data BPBD Jawa Timur mencatat terdapat 232 penumpang dan 39 anak buah kapal (ABK) di dalam kapal. Sementara itu, Basarnas Surabaya menyebut jumlah person on board (POB) berdasarkan laporan awal nakhoda sekitar 250 orang.

Kemudian, berdasarkan data manifes yang diterima Basarnas, jumlah keseluruhan orang yang berada di atas kapal mencapai 271 orang.

Evakuasi Libatkan Sembilan Kapal

Posisi kapal yang terbakar berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Buruan Sapudi.

Proses penyelamatan sempat mengalami kendala. Kapal Meratus Project 3 yang pertama kali mengetahui keberadaan kapal tidak dapat mendekat karena sedang mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo).

Evakuasi kemudian dilakukan oleh sejumlah kapal lain yang berada di sekitar lokasi, yakni TB Hasnur 26, British Mentor, Transco Arafura, Prakarsa Mas, SC Aila XVII, Selaras Mas, dan Meratus Pematang Siantar. Secara keseluruhan, sedikitnya sembilan kapal dikerahkan dalam operasi penyelamatan.

Ratusan Korban Berhasil Diselamatkan

Hingga sekitar pukul 14.40 WIB, sebanyak 40 orang masih dilaporkan berada di atas kapal sehingga proses evakuasi dilakukan secara intensif.

Dalam operasi tersebut, Meratus Pematang Siantar menjadi kapal yang mengevakuasi korban terbanyak dengan menyelamatkan 109 penumpang dan membawa dua korban meninggal dunia.

Sementara itu, TB Hasnur 26 berhasil mengevakuasi 65 penumpang dan satu korban meninggal, sedangkan Meratus Project 3 menyelamatkan 13 orang serta mengevakuasi satu korban meninggal.

Kapal Icon Daniel mengevakuasi satu korban meninggal dunia, Transco Arafura menyelamatkan 17 orang, sedangkan Prakarsa Mas, SC Aila XVII, dan Selaras Mas masing-masing mengevakuasi tujuh orang selamat. Adapun British Mentor menyelamatkan dua orang.

Lima Orang Meninggal, Pencarian Masih Berlanjut

Nanang menyampaikan, hingga pukul 17.00 WIB, tim gabungan berhasil mengevakuasi 227 orang dalam keadaan selamat dan lima orang meninggal dunia.

"Update pukul 17.00 WIB, korban berhasil dievakuasi: selamat 227 orang, meninggal dunia lima orang," katanya.

Menurut Nanang, secara visual sudah tidak terlihat lagi penumpang yang berada di atas kapal. Namun, tim SAR masih melakukan pencarian terhadap kemungkinan korban yang masih berada di laut.

"Tadi sore keseluruhan tidak ada korban yang berada di kapal, dalam artian secara visual tidak terlihat lagi korban-korban yang berada di atas kapal. Sehingga tinggal korban-korban yang masih berada di air atau sudah ke dalam air," jelasnya.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Basarnas, KSOP, dan seluruh instansi terkait agar proses evakuasi berjalan cepat, aman, dan efektif.

"Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif," ujar Masyhud.

Ia menambahkan, penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II masih dalam tahap penyelidikan. Pemerintah akan menyampaikan perkembangan penanganan insiden secara berkala setelah seluruh informasi dari lapangan selesai diverifikasi.

Hingga Minggu malam, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kementerian Perhubungan, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sumenep, serta unsur SAR lainnya masih melanjutkan proses pencarian dan pendataan korban.(NJ)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update