![]() |
KOTA SERANG KONTAK BANTEN Terik matahari di kawasan Cibendung, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, tidak menyurutkan semangat ratusan pendaki yang menapaki jalur menuju puncak Gunung Gedor, Minggu (16/8/2026).
Di antara rimbunnya pepohonan, para pendaki terlihat bahu-membahu membawa bendera Merah Putih raksasa sepanjang 17 meter. Bendera tersebut akan dikibarkan di puncak Gunung Gedor sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman berbeda bagi para pendaki. Mereka tidak hanya menikmati perjalanan dan keindahan alam, tetapi juga membawa semangat kemerdekaan hingga ke puncak gunung.
Umi, 53 Tahun Tetap Semangat Mendaki
Di antara ratusan pendaki, terdapat Umi Sundari, perempuan berusia 53 tahun yang masih aktif menjajal berbagai jalur pendakian.
Bagi Umi, perayaan kemerdekaan tahun ini terasa berbeda. Jika sebelumnya ia lebih sering mengikuti berbagai perlombaan di sekitar tempat tinggalnya, kali ini ia memilih merayakan HUT RI dengan mendaki Gunung Gedor.
Menurut Umi, mendaki gunung juga menjadi kesempatan untuk berolahraga sekaligus mengukur kondisi fisiknya.
“Secara tidak langsung ini olahraga, sambil mengetes jantung juga, masih kuat enggak kita ini,” ucap Umi sambil mengatur napas.
Meski usianya tidak lagi muda, Umi tidak memaksakan diri untuk mengejar rombongan yang berada di depan. Ia memilih berjalan dengan kecepatan yang nyaman dan beristirahat ketika mulai merasa lelah.
Baginya, pendakian bukanlah perlombaan untuk menjadi yang pertama mencapai puncak. Yang terpenting adalah dapat menikmati perjalanan dan tiba dengan selamat.
“Kalau capek ya rehat dulu, istirahat sebentar, baru jalan lagi. Yang penting sampai puncak dengan selamat dan bisa ikut upacara,” tambahnya.
Aina, Pendaki Pemula yang Langsung Ketagihan
Cerita berbeda datang dari Aina, perempuan berusia 26 tahun asal Kota Serang yang baru pertama kali mencoba pendakian.
Aina mengaku sempat merasa gugup ketika mulai memasuki jalur Gunung Gedor. Namun, rasa penasaran dan keinginannya mengikuti upacara pengibaran bendera di atas gunung membuatnya tetap melanjutkan perjalanan.
“Sebagai pemula sangat excited, apalagi mendakinya tidak cuma mendaki. Di atas gunung juga ada upacara pengibaran bendera,” tutur Aina.
Sepanjang perjalanan, Aina mendapatkan bantuan dari sejumlah pendaki yang lebih berpengalaman. Selain pengalaman baru, pendakian tersebut juga mempertemukannya dengan banyak orang dari berbagai komunitas.
“Seru banget, ketemu banyak orang dari berbagai latar belakang. Jalurnya juga ramah buat pemula seperti saya, jadi makin ketagihan buat coba pendakian berikutnya,” ucapnya.
Semangat Kemerdekaan Tanpa Batas Usia
Perjalanan Umi dan Aina menuju puncak Gunung Gedor menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan dapat dirayakan dengan berbagai cara.
Perbedaan usia dan pengalaman tidak menjadi penghalang untuk menikmati alam sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme.
Bagi para pendaki, perjalanan menuju puncak bukan sekadar tentang mencapai titik tertinggi. Membawa dan mengibarkan Merah Putih di ketinggian menjadi simbol sederhana tentang perjuangan, kebersamaan, serta semangat untuk terus menjaga kesehatan dan menikmati kebebasan yang telah diperjuangkan para pahlawan.(TIM)

.gif)