< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Viral! Lorong Bendera Merah Putih 400 Meter di Kota Tangerang Jadi Destinasi Warga Jelang HUT ke-81 RI

Selasa, 04 Agustus 2026 | Selasa, Agustus 04, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-04T09:53:37Z

 


 

TANGERANG KONTAK BANTEN  – Bentangan bendera Merah Putih sepanjang 400 meter yang membentang di RW 06 Perumahan Puri Dewata Indah, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, menjadi daya tarik baru menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setiap hari, terutama pada sore hingga malam, satu per satu pengendara yang melintas tampak memperlambat laju kendaraannya. Tak sedikit yang berhenti di pinggir jalan hanya untuk mengabadikan pemandangan lorong Merah Putih yang membentang di atas jalan lingkungan tersebut.

Hamparan kain raksasa itu bukan bagian dari festival ataupun proyek pemerintah. Seluruh proses pembuatannya merupakan hasil gotong royong warga yang dikerjakan secara swadaya hanya dalam waktu kurang dari satu hari.

Siang hari, bentangan bendera menghadirkan suasana teduh di sepanjang jalan lingkungan. Saat malam tiba, cahaya lampu hias yang melilit bambu penyangga memantul di permukaan kain sehingga menciptakan lorong Merah Putih yang memukau dan menjadi latar favorit masyarakat untuk berfoto.

Tak heran jika dalam beberapa hari terakhir, dekorasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan mulai didatangi pengunjung dari berbagai wilayah di Kota Tangerang.

Berawal dari Ide Spontan Ketua RW

Di balik viralnya lorong Merah Putih itu, terdapat sosok Ketua RW 06, Momon Simon (45), yang dikenal aktif menggerakkan warga melalui berbagai kegiatan lingkungan.

Momon mengaku ide membuat bendera Merah Putih sepanjang 400 meter muncul secara spontan. Tanpa menunggu lama, ia langsung membeli bahan kain pada Kamis pagi. Sore harinya kain tiba di lingkungan perumahan dan malam itu juga langsung dijahit hingga dipasang.

"Untuk bendera Merah Putih ini, dari mulai saya beli sampai terpasang itu cuma 20 jam. Saya belinya hari Kamis pagi. Siang dikirim, sampai sini sore, langsung saya suruh istri yang menjahit," ujar Momon kepada SatelitNews.com, Selasa (4/8/2026).

Dijahit Istri Hingga Jadi Bendera Sepanjang 400 Meter

Proses penyambungan kain dilakukan oleh sang istri yang memiliki latar belakang sebagai desainer sekaligus aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di Provinsi Banten.

Agar mencapai panjang 400 meter, dibutuhkan empat rol kain putih dan enam lembar kain merah. Jumlah kain merah lebih banyak digunakan karena stok kain gulungan merah di pasaran saat itu tidak mencukupi.

"Istri saya sendiri yang menjahit untuk menyambung-nyambung sampai menjadi 400 meter. Itu hitungan dua atau tiga jam selesai. Langsung malam itu juga saya gelar dan pasang," katanya.

Kecepatan pengerjaan tersebut menjadi bukti kekompakan keluarga sekaligus dukungan penuh warga terhadap gagasan yang diusung Ketua RW.

Manfaatkan Bambu Bekas dan Material Daur Ulang

Tidak hanya benderanya yang dibuat secara swadaya, tiang penyangga juga memanfaatkan bambu bekas sisa pembangunan rumah milik warga.

Sebagian besar bambu diperoleh secara gratis dari warga yang sedang membangun rumah, sedangkan hanya beberapa batang bambu berukuran panjang yang dibeli untuk penyangga utama.

"Tiang-tiangan dan penyangga lainnya itu sisa bambu dari warga yang lagi membangun rumah, saya mintakan. Makanya pemanfaatan hal itu, asal kita ada kemauan, segala sesuatu pasti akan terlaksana," ujar Momon.

Semangat ramah lingkungan juga diterapkan pada pembangunan gapura peringatan 17 Agustus. Warga memanfaatkan galon bekas air minum sebagai bahan utama, sejalan dengan program Bank Sampah yang selama ini dijalankan di RW 06.

Dekorasi kemudian dipercantik dengan pemasangan lampu hias di sepanjang bambu penyangga sehingga menghadirkan suasana yang berbeda ketika malam hari.

"Kalau malam pemandangannya ada, berbentuk terowongan jadinya. Terus terang, selama musim panas ini jalanan malah jadi adem karena tertutup lumayan rapat," katanya.

Semangat Gotong Royong Jadi Kunci

Menurut Momon, keberhasilan menghadirkan lorong Merah Putih bukan semata-mata untuk mempercantik lingkungan menyambut HUT ke-81 RI.

Yang lebih penting, kata dia, adalah membangun semangat kebersamaan serta membuktikan bahwa perubahan dapat diwujudkan apabila seluruh warga memiliki kemauan untuk bergerak bersama.

Ia bahkan memiliki semboyan yang sudah dikenal luas di lingkungannya, yakni "RW gila, warga ikut gila."

Ungkapan tersebut, menurutnya, bukan berarti bertindak tanpa perhitungan, melainkan menggambarkan keberanian untuk berinovasi dan mengeksekusi ide dengan cepat demi kepentingan masyarakat.

"Saya selalu bilang ke warga, kalau memang mau dipimpin sama saya, siap-siap warga jadi gila. Karena RW-nya gila dan nekat. Saya kalau mengerjakan program tidak pernah direncanakan jauh hari, selalu insting. Saya ngomong sekarang, besok harus jadi," katanya.

Dibiayai Swadaya Warga

Seluruh biaya pembuatan bendera, pembangunan gapura, hingga pemasangan lampu hias berasal dari iuran warga, dana Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL), serta donasi sukarela masyarakat.

Momon mengatakan semangat swadaya tumbuh karena warga ingin terus memperbaiki lingkungan meskipun masih terdapat sejumlah persoalan infrastruktur yang berkaitan dengan proses penyerahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) dari pengembang.

Baginya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya.

"Yang penting kita ada kemauan, kita jalankan yang benar. Kalau RW-nya nekat, warganya juga dengan senang hati ikut membantu," ujarnya.

Jadi Destinasi Baru Warga Kota Tangerang

Kini lorong Merah Putih sepanjang 400 meter tersebut tidak hanya menjadi simbol peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi juga menjelma menjadi ruang interaksi masyarakat.

Setiap sore hingga malam, anak-anak bermain di bawah bentangan bendera, sementara warga dan pengunjung dari berbagai daerah datang untuk menikmati suasana sekaligus mengabadikan momen di lorong Merah Putih yang viral di media sosial.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga RW 06 Perumahan Puri Dewata Indah menjadi bukti bahwa kreativitas dan kebersamaan mampu menghadirkan karya yang menginspirasi sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(JJL)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update