< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Wagub Banten Dorong Komunitas Catur Jadi Wadah Pembinaan Generasi Muda

Sabtu, 22 Agustus 2026 | Sabtu, Agustus 22, 2026 WIB | Last Updated 2026-08-22T16:56:32Z

 

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati bermain catur dalam Turnamen Catur Internal Rated Altajagu Chess Club dan Ngopi Bareng Wagub yang digelar di Le Semar Hotel, Karawaci, Kabupaten Tangerang, Sabtu (22/8/2026).(Istimewa)


TANGERANG, KONTAK BANTEN — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong komunitas catur menjadi wadah pembinaan generasi muda melalui kegiatan olahraga yang positif.

Menurut Dimyati, komunitas catur tidak hanya menjadi tempat berkumpul bagi para penggemar olahraga catur, tetapi juga dapat berperan dalam membentuk karakter, meningkatkan kemampuan berpikir, serta mengembangkan sportivitas generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Dimyati setelah menghadiri Turnamen Catur Internal Rated Altajagu Chess Club dan Ngopi Bareng Wagub di Le Semar Hotel, Karawaci, Kabupaten Tangerang, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang bagi komunitas pecinta catur untuk memperkuat kebersamaan dan mendorong pembinaan generasi muda melalui olahraga.

Catur Dinilai Bisa Kurangi Ketergantungan Anak pada Gadget

Dimyati mengapresiasi komunitas catur yang konsisten mengembangkan kegiatan olahraga tersebut. Ia menilai catur memiliki manfaat lebih luas karena menggabungkan kemampuan berpikir, konsentrasi, strategi, dan sportivitas.

“Catur itu olahraga otak, olahraga silaturahim,” ungkap Dimyati.

Menurutnya, permainan catur memiliki aturan waktu yang mengajarkan pemain untuk berpikir sebelum mengambil keputusan. Hal tersebut dinilai penting dalam membentuk sikap disiplin dan sportif.

Dimyati juga berharap olahraga catur dapat menjadi kegiatan alternatif bagi anak-anak dan generasi muda agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gadget.

“Pertama adalah membimbing anak-anak. Mendidik anak-anak kita supaya tidak main gadget,” katanya.

Filosofi Catur Ajarkan Gotong Royong

Selain melatih kemampuan berpikir, Dimyati melihat terdapat filosofi kehidupan dalam permainan catur.

Setiap bidak memiliki fungsi dan peran masing-masing. Antarbidak harus saling mendukung dan menjaga untuk mencapai tujuan bersama.

“Sehingga saling jaga. Pion jaga raja, jaga menteri, jaga kuda, jaga benteng, jaga gajah. Dan sebaliknya, saling menjaga,” ujarnya.

Menurut Dimyati, filosofi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun kepemimpinan.

Setiap orang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Jika seluruh elemen mampu bekerja sama dan saling menjaga, tujuan bersama akan lebih mudah dicapai.

Orang Tua Diminta Arahkan Potensi Anak

Dimyati juga mengibaratkan anak-anak sebagai bidak catur yang memiliki banyak kemungkinan dalam menentukan masa depan.

Karena itu, orang tua memiliki peran penting untuk membimbing dan mengarahkan anak sesuai dengan potensi serta cita-citanya.

“Orang tua ini tinggal mengarahkan anak-anaknya, bidak-bidak itu. Mau jadi apa? Sesuai dengan cita-cita, yang penting bermanfaat buat bangsa dan negara,” jelasnya.

Ia berharap pembinaan melalui komunitas olahraga dapat membantu generasi muda menemukan minat dan bakat mereka sejak dini.

Wagub Apresiasi Turnamen Catur Altajagu

Dimyati turut mengapresiasi Alam Takambang Jadi Guru (Altajagu) yang menggelar turnamen catur dengan melibatkan generasi muda.

Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan, baik dalam bentuk turnamen, festival catur maupun kegiatan silaturahmi antar-komunitas.

Menurutnya, semakin banyak ruang positif bagi anak muda, semakin besar pula kesempatan mereka untuk mengembangkan kemampuan dan membangun relasi yang sehat.

25 Peserta Ikuti Turnamen Catur Berbasis Rating

Ketua Altajagu, Afdimar, mengatakan kegiatan tersebut mengedepankan kebersamaan sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan bermain catur.

“Ini kebersamaan dan kita ingin menyampaikan dengan bersama kita bisa. Kita adakan ini diutamakan yang muda-muda karena diharapkan dapat berkembang caturnya,” kata Afdimar.

Ia menjelaskan, turnamen menggunakan sistem rating catur. Selain memperebutkan hadiah, peserta juga mendapatkan rating yang dapat menjadi bagian dari pengembangan kemampuan dan pengalaman mereka dalam pertandingan.

Sedikitnya 25 peserta mengikuti turnamen tersebut.

“Dengan kegiatan ini kita banyak pesertanya dan kita menggunakan sistem rating catur. Selain kita siapkan hadiah, nanti juga para peserta akan mendapatkan rating caturnya,” ujar Afdimar.

Melalui kegiatan tersebut, komunitas catur di Banten diharapkan tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, pengembangan bakat, dan pembentukan generasi muda yang lebih disiplin, sportif, serta mampu berpikir strategis.(TIM)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update