< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Melanda Pandeglang, Warga Laporkan Dentuman dan Getaran

Minggu, 06 September 2026 | Minggu, September 06, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-06T03:09:10Z

  

Kondisi rumah warga di Desa Karyawangi, Pandeglang, yang diguyur abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau

PANDEGLANG
KONTAK BANTEN  – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali menimbulkan dampak bagi masyarakat. Sejumlah wilayah permukiman di Kabupaten Pandeglang, Banten, mulai terpapar hujan abu vulkanik sejak Sabtu malam, 5 September 2026.

Sebaran abu vulkanik tersebut dilaporkan menjangkau sejumlah wilayah kecamatan. Salah satunya Kecamatan Pulosari, termasuk Kampung Parapatan Cikole, Desa Karyawangi.

Di lokasi tersebut, butiran abu vulkanik tipis terlihat menempel pada tembok rumah, kaca jendela, hingga kendaraan milik warga.

Salah seorang warga, Carwadi, mengatakan abu vulkanik masih terus turun meski lingkungan rumah dan kendaraan telah berulang kali dibersihkan.

“Sudah disapu dibersihkan, tidak selang lama abunya ada lagi,” ujar Carwadi, Minggu, 6 September 2026.

Selain hujan abu, warga juga mengaku masih merasakan getaran yang menyerupai gempa kecil. Suara dentuman dari arah Gunung Anak Krakatau juga dilaporkan terdengar secara berulang.

Getaran tersebut bahkan membuat kaca jendela rumah warga berderit dan ikut bergetar.

“Jendela bergetar, seperti ada gempa kecil. Dari semalam sampai sekarang dentuman Gunung Anak Krakatau masih terdengar sampai sini,” katanya.

Abu Vulkanik Dipengaruhi Arah Angin

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, membenarkan adanya laporan mengenai sebaran abu vulkanik yang memasuki wilayah daratan.

Menurutnya, sebaran abu tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin sehingga bergerak menuju sejumlah wilayah permukiman.

“Iya betul. Ini mungkin dipengaruhi oleh angin. Kami juga menerima laporan bahwa abu vulkanis sudah ada di Carita dan Tanggamus, Provinsi Lampung,” kata Riza.

Berdasarkan pemantauan BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, sebaran abu vulkanik tipis juga dilaporkan mencapai sejumlah kawasan lainnya.

Wilayah yang terdampak antara lain Labuan, Carita, Menes, Jiput, hingga kawasan pusat Kota Pandeglang.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun dampak lanjutan dari sebaran material vulkanik.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Menyikapi kondisi tersebut, BPBD-PK Kabupaten Pandeglang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak.

Masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Pelindung mata juga dianjurkan untuk mengurangi risiko iritasi akibat paparan abu vulkanik.

Selain itu, warga di wilayah yang terdampak diharapkan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun lembaga terkait.

Hujan abu vulkanik dapat mengganggu kualitas udara serta menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat perlu mengambil langkah perlindungan sejak dini, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki sensitivitas terhadap debu.

BPBD-PK Kabupaten Pandeglang juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi apabila sebaran abu vulkanik meluas.

Masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengutamakan keselamatan dengan mengacu pada informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.(TIM HN)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update