
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra
KOTA CILEGON, KONTAK BANTEN — Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana menambah ruang kelas di SD Negeri Kependilan pada 2027. Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi keterbatasan ruang kelas yang masih terjadi di sekolah tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon telah mengusulkan pembangunan tambahan ruang kelas dalam rencana pembangunan tahun anggaran 2027.
Menurut Aziz, usulan tersebut tidak hanya mencakup penambahan ruang kelas, tetapi juga pembangunan bangunan pendukung serta pengadaan mebeler untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Oh yah itu kan masih kekurangan ruang kelas ya. Rencananya 2027 mau ditingkatkan ruang kelasnya,” kata Aziz, Selasa (22/9/2026).
Ditargetkan Direalisasikan Tahun 2027
Aziz menjelaskan, penambahan ruang kelas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sarana pendidikan di SD Negeri Kependilan.
Rencana pembangunan akan direalisasikan setelah melalui tahapan perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah.
“Di 2027 insyaallah, dari Dindik sudah mengusulkan untuk ditambah ruang kelasnya, bangunan dan mebeler,” ujarnya.
Menurut Aziz, ketersediaan ruang kelas yang memadai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa dan guru.
Fasilitas SD dan SMP Jadi Perhatian Pemkot Cilegon
Aziz menegaskan, Pemkot Cilegon berkomitmen memperbaiki dan memenuhi sarana serta prasarana pendidikan, khususnya pada jenjang SD dan SMP yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Pemenuhan fasilitas pendidikan, kata dia, tidak hanya sebatas pembangunan ruang kelas, tetapi juga mencakup berbagai kelengkapan yang dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran.
“Pasti tentunya kita menginginkan supaya ruang kelas, baik SD, SMP yang jadi kewajiban pemerintah dalam kondisi bagus, prima, termasuk kelengkapannya,” katanya.
Pemkot Buka Peluang Dukungan CSR Perusahaan
Selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkot Cilegon juga membuka peluang keterlibatan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Dukungan perusahaan dapat menjadi salah satu sumber tambahan dalam membantu pemenuhan kebutuhan infrastruktur pendidikan di Kota Cilegon.
“Alhamdulillah sekarang bukan hanya APBD, termasuk bantuan dari perusahaan CSR juga,” ujar Aziz.
Ia menambahkan, pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan menjadi salah satu perhatian Pemkot Cilegon.
Pemerintah daerah secara bertahap akan melakukan pembenahan agar fasilitas pendidikan di Kota Cilegon semakin memadai dan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Pemerintah Kota Cilegon terkait program pendidikan, khususnya infrastruktur pendidikan, kita berkomitmen supaya semuanya dalam kondisi bagus,” pungkasnya.(TIM)
.gif)