< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Tiga Bandara Kembali Beroperasi Setelah Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Selasa, 08 September 2026 | Selasa, September 08, 2026 WIB | Last Updated 2026-09-07T23:52:17Z

 



TANGERANG KONTAK BANTEN  — Tiga bandara yang sempat menghentikan sementara operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali dibuka pada Selasa (8/9/2026).

Ketiga bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) dari AirNav Indonesia, operasional ketiga bandara kembali dibuka secara bertahap mulai dini hari.

Rinciannya:

  • Bandara Soekarno-Hatta: kembali beroperasi pukul 00.30 WIB.
  • Bandara Halim Perdanakusuma: kembali beroperasi pukul 00.40 WIB.
  • Bandara Husein Sastranegara: kembali beroperasi pukul 00.42 WIB.

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, mengatakan fasilitas bandara, baik sisi udara (air side) maupun sisi darat (land side), telah siap digunakan kembali.

Menurutnya, seluruh personel operasional dan pelayanan juga telah disiapkan untuk mendukung pemulihan penerbangan.

“Prosedur pembukaan kembali bandara telah dijalankan, termasuk pembersihan abu vulkanik di seluruh sisi udara (air side), yakni area apron, taxiway, dan runway,” kata Arie dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Runway Diperiksa Sebelum Bandara Dibuka

Sebelum operasional kembali dibuka, pengelola bandara melakukan pembersihan abu vulkanik yang berada di area pergerakan pesawat.

Selain itu, dilakukan pula uji kekesatan runway untuk memastikan landasan memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Hasil pengujian menunjukkan kondisi runway memenuhi standar dan persyaratan untuk kembali digunakan dalam operasional penerbangan.

Penerbangan Soekarno-Hatta Dipulihkan Bertahap

General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan pemulihan penerbangan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Pada tahap awal pemulihan, Bandara Soekarno-Hatta menerapkan Air Traffic Flow Management (ATFM) untuk mengatur arus lalu lintas penerbangan.

“Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui penerapan ATFM,” ujar Heru.

Penerapan ATFM dilakukan agar arus keberangkatan dan kedatangan pesawat dapat kembali berjalan secara aman dan tertib.

Pengaturan tersebut juga bertujuan memulihkan kapasitas operasional bandara secara bertahap setelah sebelumnya terdampak abu vulkanik.

Pesawat Terdampak Akan Ditangani Bertahap

Heru menjelaskan, pengaturan penerbangan pada masa pemulihan turut mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan.

Salah satunya adalah kebutuhan untuk mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak penghentian sementara operasional.

Di sisi lain, kapasitas apron juga akan dikembalikan secara bertahap agar aktivitas pesawat di bandara tetap berjalan aman dan terkendali.

Bandara Soekarno-Hatta juga telah berkoordinasi dengan seluruh operator transportasi publik untuk memastikan ketersediaan armada bagi penumpang dari dan menuju bandara.

Penumpang Diminta Cek Jadwal Penerbangan

Meski bandara telah kembali beroperasi, calon penumpang diminta tidak langsung berangkat ke bandara sebelum memastikan status penerbangannya.

Penumpang diimbau memantau informasi terbaru mengenai status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing.

Hal ini penting karena jadwal penerbangan masih dapat mengalami penyesuaian selama proses pemulihan operasional berlangsung.

Informasi mengenai layanan bandara yang dikelola InJourney Airports juga dapat diperoleh melalui Contact Center InJourney Airports 172.(TIM HN)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update