ARAB SAUDI KONTAK BANTEN - Sebanyak 4.000 jemaah umrah, mayoritas asal India, telantar di Arab Saudi menyusul gangguan penerbangan akibat serangan kelompok Houthi. Pemerintah India kini mengupayakan pemulangan para jemaah yang terdampak.
Presiden All India Majlis-e-Ittehadul Muslimeen
(AIMIM), Asaduddin Owaisi, mendesak pemerintah mengizinkan maskapai
mengoperasikan pesawat berkapasitas lebih besar atau menyediakan
penerbangan khusus. Ia menyebut sebagian jemaah telantar setelah
ditinggalkan agen perjalanan.Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal,
mengatakan 3.000 jemaah yang sebelumnya telantar telah dipulangkan
menggunakan penerbangan khusus. Pemerintah India bersama perwakilan
diplomatiknya masih mengupayakan kepulangan jemaah lainnya.
Jemaah Indonesia Dipastikan Aman
Di tengah
gangguan tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan 49.000
jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi dalam kondisi aman.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah,
mengakui serangan Houthi sempat mengganggu penerbangan, terutama di
Riyadh. Namun, operasional Bandara Jeddah dan Madinah telah kembali
normal.
Data Kemlu mencatat pembatalan penerbangan di
Jeddah dan Madinah mencapai 7 persen, sedangkan penundaan sebesar 11
persen. KJRI Jeddah pun menyiagakan personel selama 24 jam untuk
memantau penerbangan dan membantu jemaah Indonesia yang terdampak.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar
Simanjuntak mengimbau jemaah Indonesia memilih penerbangan langsung ke
Jeddah atau Madinah dan menghindari transit. Jemaah juga diminta
membatasi perjalanan wisata di luar Makkah dan Madinah selama situasi
keamanan belum kondusif.
Gangguan penerbangan turut mendorong sejumlah maskapai internasional membatalkan atau mengurangi layanan ke Arab Saudi. Emirates, Etihad Airways, Qatar Airways, Oman Air, SalamAir, Air France, Lufthansa Group, dan KLM termasuk maskapai yang menyesuaikan jadwal penerbangan.

.gif)