TANGERANG KONTAK BANTEN — Krisis air bersih melanda ratusan warga di Kampung Sodong Pabuaran, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Kondisi tersebut terjadi setelah hujan tidak turun selama sekitar empat bulan.
Sebanyak 300 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga bahkan harus membeli air bersih.
Di tengah kondisi tersebut, Kecamatan Tigaraksa bersama sejumlah pihak, termasuk TNI AU, menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat pada Sabtu (26/9/2026).
Salah satu warga Kampung Sodong Pabuaran, Erna (36), mengatakan krisis air bersih telah berlangsung sekitar empat bulan.
Menurutnya, sumur timba yang selama ini menjadi sumber air warga saat musim kemarau kini mengering.
“Udah sekitar empat bulan tidak ada air bersih. Sumur timba yang biasanya selalu ada air saja kini kosong, makanya pada kekeringan semua warga. Ga ada air sama sekali,” kata Erna, Sabtu (26/9/2026).
Warga Harus Beli Air hingga Rp25 Ribu Per Hari
Sebelum bantuan air bersih datang, warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Air yang dibeli digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, hingga mencuci peralatan masak. Sementara untuk kebutuhan minum, warga membeli air mineral atau air isi ulang.
Erna mengaku harus mengeluarkan biaya sekitar Rp25 ribu setiap hari hanya untuk membeli air isi ulang.
“Buat kebutuhan sehari-hari butuh sekitar lima galon, soalnya kan keluarga saya banyak, satu galon Rp5 ribu,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan air menjadi beban tambahan bagi warga yang terdampak kekeringan.
Tujuh Wilayah di Tigaraksa Terdampak
Camat Tigaraksa Cucu Abdurrosyied mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menangani wilayah yang mengalami krisis air bersih.
Penanganan dilakukan melalui pendistribusian air bersih serta pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) untuk mengantisipasi kekeringan.
Sejumlah pihak yang dilibatkan antara lain BPBD, Perumdam Tirta Kerta Raharja, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (Perkim), serta TNI AU.
Cucu menyebut beberapa wilayah di Kecamatan Tigaraksa yang terdampak cukup signifikan, yakni Desa Sodong, Desa Margasari, Kelurahan Kadu Agung, Desa Bantar Panjang, Desa Cileles, Desa Pasir Bolang, dan Kelurahan Tigaraksa.
“Sebagian pendistribusian air bersih, ada yang dibangun SAB untuk memitigasi krisis air tahunan. Di Desa Margasari, pemerintah daerah telah membangun empat titik SAB, sementara beberapa titik lainnya tersebar di Kelurahan Kadu Agung, Bantar Panjang, dan Perumahan Triraksa untuk meng-cover kebutuhan warga Kampung Tegal Baju,” kata Cucu.
Menurutnya, secara bertahap sejumlah wilayah mulai mendapatkan fasilitas air bersih melalui distribusi bantuan maupun pembangunan SAB.
Namun, masih terdapat kendala teknis di beberapa lokasi. Salah satunya di Desa Bantar Panjang.
Fasilitas SAB di wilayah tersebut telah selesai dibangun, tetapi debit air bawah tanah yang dihasilkan masih minim sehingga distribusi air belum berjalan optimal.
Kecamatan Jadi Fasilitator Penanganan Kekeringan
Cucu menjelaskan mekanisme anggaran untuk penanganan bencana kekeringan berada di bawah kewenangan OPD teknis terkait.
Sementara pihak kecamatan berperan sebagai fasilitator dengan memproses permohonan bantuan yang diajukan lurah maupun kepala desa.
“Untuk distribusi air bersih darurat, kami langsung berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Kerta Raharja, BPBD, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (Perkim). Sedangkan untuk pembangunan fisik SAB, seluruh penganggarannya berada di bawah kewenangan Dinas Perkim,” jelas Cucu.
TNI AU Salurkan 10.000 Liter Air
Sementara itu, Komandan Lanud Saleh Basarah, Letnan Kolonel Pasukan Efendi Hermawan, mengatakan pihaknya turut membantu warga yang terdampak krisis air bersih di Kampung Sodong Pabuaran.
Sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga menggunakan dua kendaraan.
“Kami sekali membagikan sebanyak 10.000 liter, menggunakan dua kendaraan. Di sini ada 300 KK yang terdampak,” jelasnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama krisis air bersih masih berlangsung.
Kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Kecamatan Tigaraksa juga mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk memperkuat penyediaan sarana air bersih agar masyarakat tidak terus bergantung pada pembelian air selama musim kemarau.(TIM)

.gif)