
ilutrai Tanam Benih Ikan Tawar
LEBAK, KONTAK BANTEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, menargetkan penyediaan 900 ribu ekor benih ikan lele Sangkuriang dan nila Nirwana untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya. Upaya ini dilakukan guna mewujudkan swasembada ikan air tawar sekaligus memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pembudidaya lokal.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana, mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan ketersediaan ikan air tawar agar kebutuhan masyarakat dan program MBG tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah.
"Kita bekerja keras agar kebutuhan ikan untuk program MBG dipasok dari pembudidaya lokal," kata Winda di Lebak, Jumat.
Menurutnya, hingga saat ini kebutuhan ikan air tawar di Kabupaten Lebak, termasuk untuk program MBG, masih dipasok dari sejumlah daerah di Jawa Barat.
Karena itu, Pemkab Lebak berupaya meningkatkan produksi melalui penyediaan benih unggul, pembinaan pembudidaya, serta optimalisasi fasilitas pembenihan ikan milik pemerintah daerah.
900 Ribu Benih Ikan Disebar di Tiga Lokasi
Winda menjelaskan, target 900 ribu ekor benih ikan lele Sangkuriang dan nila Nirwana ditempatkan melalui sejumlah fasilitas pembenihan ikan milik pemerintah daerah.
Lokasi tersebut meliputi Balai Benih Ikan UPTD Perikanan Budidaya Air Tawar dan Payau (BATP) Cipanas, UPTD Kalanganyar, dan UPTD Cikoncang.
Penyediaan benih tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pembudidaya, memperbesar volume panen, serta memperkuat ketersediaan ikan air tawar untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.
Bina 644 Kelompok Pembudidaya Ikan
Selain menyediakan benih, Dinas Perikanan Kabupaten Lebak juga melakukan penyuluhan dan pembinaan terhadap 644 kelompok pembudidaya ikan air tawar.
Pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan (PSK) para pembudidaya, terutama dalam menerapkan praktik budidaya yang baik, penggunaan benih unggul, serta pengelolaan pakan yang aman.
Winda mengungkapkan, masih ditemukan pembudidaya yang menggunakan pakan tidak layak, termasuk kotoran manusia dan bangkai ayam, serta melakukan pembesaran ikan tanpa menggunakan benih unggul.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena pemilihan pakan dan benih yang tepat merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas hasil budidaya dan keamanan pangan.
Melalui penyuluhan dan pendampingan, pemerintah berharap para pembudidaya dapat menerapkan metode pemeliharaan ikan yang lebih baik sehingga hasil panen meningkat dan produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan pangan.
"Kami berharap tahun 2027 Lebak bisa menjadi daerah swasembada ikan darat dengan mengoptimalkan benih ikan dan pembinaan serta penyuluhan itu," ujar Winda.
Produksi Ikan Lebak Capai 4.089,15 Ton pada 2025
Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, produksi perikanan pada 2025 mencapai 4.089,15 ton. Produksi tersebut mencakup sejumlah komoditas, antara lain lele, nila, ikan mas, gurame, patin, udang vaname, dan bawal.
Dari sektor tersebut, perputaran uang tercatat mencapai Rp141 miliar sehingga perikanan budidaya menjadi salah satu sektor yang berpotensi mendukung perekonomian masyarakat.
Pada 2026, pemerintah daerah menargetkan peningkatan produksi seiring dengan upaya penyediaan 900 ribu ekor benih ikan lele dan nila serta penguatan pembinaan terhadap kelompok pembudidaya.
Winda optimistis, peningkatan produksi dan kualitas budidaya dapat membantu Kabupaten Lebak mewujudkan swasembada ikan air tawar pada 2027 sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pembudidaya Pasok 20 Ton Lele per Pekan
Sementara itu, Agus, pembudidaya ikan air tawar asal Kecamatan Cibadak, mengatakan usahanya saat ini memasok ikan lele untuk pedagang pecel lele di wilayah Lebak dan Serang.
Ia mengaku mampu memasok sekitar 20 ton ikan lele per pekan untuk memenuhi permintaan konsumen.
"Kami bisa memenuhi kebutuhan konsumen itu karena adanya pembenihan ikan dari pemerintah daerah," kata Agus.
Pasokan tersebut menunjukkan adanya permintaan pasar terhadap ikan lele yang dapat menjadi peluang bagi pembudidaya lokal untuk meningkatkan produksi dan pendapatan.
Pemkab Lebak berharap peningkatan penyediaan benih, pembinaan kelompok pembudidaya, dan penguatan produksi lokal dapat mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Dengan demikian, kebutuhan ikan untuk masyarakat maupun program MBG diharapkan semakin banyak dipenuhi oleh pembudidaya lokal.(tim)
(
.gif)