< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Wakil Bupati Pandeglang Nilai Pintu Tol Bojong Sebagai Pembuka Isolasi Ekonomi Banten Selatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | Sabtu, Oktober 03, 2026 WIB | Last Updated 2026-10-03T09:17:50Z

 

Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi

PANDEGLANG, KONTAK BANTEN — Pembangunan Pintu Tol Bojong yang menjadi bagian dari Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3A Cileles-Bojong, Kabupaten Pandeglang, memasuki tahap akhir. Hingga akhir Agustus 2026, progres konstruksi Seksi 3A telah mencapai 95,79 persen dan ditargetkan selesai pada November 2026.

Kehadiran Pintu Tol Bojong disambut positif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi akses penting untuk membuka konektivitas wilayah Banten Selatan sekaligus mendukung distribusi logistik, investasi, industri, pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi mengatakan, keberadaan Pintu Tol Bojong akan menjadi salah satu penghubung utama antara potensi ekonomi Pandeglang dengan pasar nasional maupun internasional.

“Akses bebas hambatan ini dinilai sebagai pemicu utama (hub) dalam mengintegrasikan potensi daerah dengan pasar nasional maupun internasional. Pintu Tol Bojong sengaja dipersiapkan untuk menopang dua potensi raksasa yang saat ini tengah digodok oleh Pemkab Pandeglang,” kata Iing, Jumat (2/10/2026).

Zona Industri Baru 1.190 Hektare

Salah satu potensi yang dipersiapkan Pemkab Pandeglang adalah pengembangan zona industri baru seluas 1.190 hektare.

Pemkab Pandeglang telah menetapkan lima kecamatan sebagai kawasan yang diproyeksikan menjadi zona industri utama, yakni Bojong, Pagelaran, Sukaresmi, Cibitung, dan Cikeusik.

Menurut Iing, Pintu Tol Bojong nantinya dapat menjadi koridor utama distribusi logistik bagi perusahaan yang berinvestasi di kawasan tersebut.

Sektor yang diprioritaskan meliputi pengolahan komoditas alam, pertanian dan lumbung pangan, serta hilirisasi sektor perikanan, termasuk industri pengalengan dan fasilitas cold storage.

“Pintu Tol Bojong akan bertindak sebagai koridor logistik utama bagi perusahaan-perusahaan manufaktur dan pengolahan yang masuk ke wilayah ini. Sektor industri yang diprioritaskan meliputi pengolahan komoditas alam, pusat pertanian (lumbung pangan), serta industri hilirisasi perikanan,” ujarnya.

Pelabuhan Perikanan Terpadu di Cikeusik

Potensi kedua yang tengah disiapkan adalah pembangunan Pelabuhan Perikanan Terpadu di Kecamatan Cikeusik.

Keberadaan pelabuhan tersebut nantinya akan didukung industri pengolahan hasil laut, termasuk pengalengan makanan berbahan baku lokal dan fasilitas penyimpanan ikan dengan sistem cold storage.

Iing mengatakan, keberadaan jalan tol akan mempercepat distribusi hasil perikanan dari pesisir selatan Pandeglang menuju wilayah Jabodetabek.

“Dengan adanya Tol Bojong, hasil laut dari pesisir selatan Pandeglang dapat didistribusikan ke wilayah Jabodetabek secara cepat tanpa khawatir penurunan kualitas komoditas,” katanya.

Pemkab Pandeglang juga menyatakan siap memberikan kemudahan investasi bagi pelaku usaha yang ingin masuk ke kawasan tersebut, termasuk melalui kemudahan proses perizinan.

“Infrastruktur jalan tol ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh, menekan biaya operasional logistik secara signifikan, dan menciptakan ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal,” ujar Iing.

Akses Menuju Pariwisata Banten Selatan

Selain sektor industri dan perikanan, Pintu Tol Bojong juga dinilai dapat memperkuat akses menuju destinasi wisata di wilayah selatan Banten.

Posisinya yang berada di kawasan Pandeglang Selatan dapat menjadi salah satu akses bagi wisatawan menuju kawasan pesisir, termasuk destinasi wisata yang mengarah ke Pantai Bagedur hingga Pantai Sawarna di Kabupaten Lebak.

Dengan konektivitas yang semakin baik, aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar jalur tol juga diharapkan ikut berkembang, termasuk sektor perdagangan dan UMKM.

Seksi 3A Cileles-Bojong Capai 95,79 Persen

Manajer Bidang Pengembangan Sistem PT Wijaya Karya (Wika) Serang-Panimbang, Muhammad Albagir, mengatakan pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang dilakukan untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Banten Selatan.

Menurutnya, Seksi 1 dan Seksi 2 telah selesai, sedangkan pembangunan masih berlangsung pada Seksi 3.

Untuk Seksi 3A Cileles-Bojong sepanjang 17,46 kilometer, progres konstruksi telah mencapai 95,79 persen dan ditargetkan selesai pada November 2026.

“Untuk progres konstruksi Seksi 1 dan Seksi 2 sudah selesai. Tinggal yang Seksi 3 masih dalam tahap pengerjaan,” kata Albagir.

Sementara itu, progres pembangunan Seksi 3B yang menghubungkan Bojong-Panimbang masih berlangsung dengan beberapa paket pekerjaan.

Rinciannya, Seksi 3B Paket 1 mencapai 52,57 persen, Paket 2 sebesar 87,91 persen, Paket 3 sebesar 92,12 persen, sedangkan paket penanganan hidrologi mencapai 28,07 persen.

Seksi 3B tersebut dikerjakan oleh sejumlah perusahaan konstruksi, yakni PT Wika, PT Hutama Karya (HK), PT PP, dan Jaya Konstruksi (Jakon), dengan target penyelesaian konstruksi pada semester II 2027.

Albagir mengatakan Jalan Tol Serang-Panimbang merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas, membuka akses wisata, mempercepat distribusi hasil bumi, serta menciptakan peluang ekonomi baru di Banten Selatan.

Kecamatan Bojong Sambut Positif

Camat Bojong Furkon mengatakan masyarakat dan pemerintah Kecamatan Bojong menyambut baik pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang yang melintasi wilayah tersebut.

Menurutnya, keberadaan pintu keluar tol atau interchange di Kecamatan Bojong menjadi titik strategis bagi pengembangan ekonomi kawasan.

Pintu tol tersebut dikerjakan PT Wijaya Karya dan diproyeksikan memberikan akses yang lebih cepat bagi sektor perkebunan, pertanian, industri, serta pariwisata lokal.

“Harapan besarnya dapat mendatangkan investasi serta menghidupkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar area pintu tol,” katanya.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 95,79 persen, Pintu Tol Bojong kini menjadi salah satu bagian penting dalam penyelesaian konektivitas Jalan Tol Serang-Panimbang.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai target, akses tersebut diharapkan tidak hanya memperpendek waktu perjalanan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pengembangan industri, pertanian, perikanan, pariwisata, investasi, dan UMKM di Banten Selatan.(TIM)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update